Menulis adalah kebutuhanku seperti makan, minum, tidur, berbuat baik, belajar dan beribadah. Terus berkarya cintai dirimu dulu, cintai karyamu insyaallah akan menemukan masa emas pada waktunya.
aku tidak tau entah kapan masa emas itu datang aku akan terus berusaha semampuku agar menemukan masa emas tersebut.
Pernikahan merupakan impian semua orang, Saling mencinta, saling menerima apa adanya dalam suka maupun duka, susah senang bersama mencari surga bersama sampai akhir hayat. Tapi, tidak dengan Mila di perlakukan seperti pembantu gratis di rumah suaminya. Dengan dalih taat, berbakti ingin meraih ridho suami berhadiah surga. Mila ikhlas melakukannya. Tapi, jutaan derita dan Air mata tumpah tidak pernah kering. Mila tersiksa lahir dan batin. Mila di perlakukan seperti budak di zaman jahiliah. Budaya patriarki yang masih di anut lelaki dan mertua zaman sekarang di gunakan untuk menyiksa anak perempuan yang telah di rawat dan di besar kan penuh cinta oleh orangtuanya.
Tak lupa ipar melakukan hal yang sama.
akan kah Mila sanggup bertahan dengan pernikahannya yang toxic?