Cerita Oleh RVM youtube Pancur
author-avatar

RVM youtube Pancur

bc
LEGENDA TERJADINYA KOTA REMBANG
Diperbarui pada Jul 9, 2024, 00:29
LEGENDA SUNAN BONANG DAN DAMPO AWANG SEJARAH REMBANG Oleh Rinduwan.PENGANTAR Cerita tentang asal - muasal kota Rembang, sebenarnya telah banyak terabadikan.Begitu juga cendikiawan sejarah banyak yang telah menulis tentang cerita tersebut.Namun di kesempatan ini, saya mencoba menulis dan mengangkat kembali sejarah itersebut melalui akun pribadi saya di media sosial, tentunya setelah membaca dari berbagai sumber terpercaya .Dalam versi ini saya mencoba ceritakan bahwa konon dulunya Tiongkok /Cina dikenal sebagai negrinya pedagang dan pelaut yang ulung, hingga para utusan kerajaan maupun pedagangnya menyebar ke seluruh penjuru dunia. Termasuk ke Nusantara , maksud kedatangan mereka awalnya dalam rangka pencarian rempah-rempah serta memasarkan hasil kerajinannya seperti Emas, Kain Sutera, Keramik, Lukisan dan sebagainya. Singkat cerita akhirnya datanglah seorang pelaut yang juga dikenal sebagai pedagang kondang , dia bernama Dampo Awang di Lasem pada tahun 1405 M . Dampo Awang beserta serombongan kapalnya yang sebagian besar para prajurit kerajaan dari negri China.Dampo Awang sendiri awalnya hanyalah seorang kasim biasa namun karena kepandaiannya akhirnya ia diangkat oleh raja Zhu Di menjadi seorang duta atau utusan kerajaan. Lantas bagaimana kiprah Dampo Awang selanjutnya ? Simak cerita berikut ini.KRONOLOGI CERITABerawal dari al-kisah sosok manusia yang dikenal dengan sebutan Dampo Awang. Pria asal Tiongkok tersebut , bukan saja terkenal sebagai pelaut namun juga seorang pedagang yang ulung, iapun akhirnya datang dan berniaga di Rembang, melaluu Pelabuhan Lasem kala itu , tepatnya di sebuah tempat yang sekarang di kenal sebagai desa Ndasun . Konon kedatangan mereka menggunakan jalur sungai , dan memanfaatkan sungai Babagan sebagai jalur transportasinya. Hal ini berpengaruh Hingga di sekitar sungai Babagan menjadi sebuah perkampungan Pecinan dan banyak berdiri Klenteng-klenteng. Salah seorang tokoh ternama saat itu bernama Cheng Ho Sang Laksamana laut dari daratan Tiongkok ini , mulanya hanya bermaksud tinggal sementara di Lasem Namun karena keberhasilanya menguasai perdagangan di Pesisir Rembang, ia semakin betah dan enggan meninggalkan wilayah tersebut . Wajar saja kalau rumah tempat tinggalnya konon di bikin cukup besar dan di jaga ketat oleh pasukan dari Tiongkok.Namun demikian, Semula masyarakat pribumi bisa menerima keberadaan Dampo Awang dan kawan-kawan dengan baik, apalagi awalnya mereka bertabiat ramah juga santun , namun tak disangka pribadi yang baik tersebut seakan hilang dari diri Dampo Awang dan kawan - kawanya seiring dengan kesuksesan niaga yang mereka capai , Dampo Awang kian berubah menjadi sosok manusia yang sombong dan congkak.Tak pelak hal tersebut menyulut kebencian masyarakat pada Dampo Awang, yang berbuntut perseteruanya dengan Sunan Bonang hingga harus berakhir dengan peperangan.Mendengar kondisi demikian, Sunan Bonang selaku sesepuh , berniat menjernihkan persoalan dengan mengunnjungi kediaman Dampo Awang. Beliau datang bersama kedua santrinya saat itu.Singkat cerita akhirnya sampailah Sunan Bonang dengan kedua santri tersebut di kediaman Dampo Awang. Mereka sekejap tertegun melihat sebuah tempat yang sangat megah di kelilingi tembok yang tebal dan tinggi, Dan lengkap dengan penjagaan. Tiba - tiba “Hai siapa kalian, berani-beraninya datang ke kediaman Lakmana Agung dari Tiongkok!” bentak seorang penjaga pada Sunan Bonang dan Santrinya. "Kami dari Bonang saya dan Sunan (Bonang) ingin bertemu sebentar dengan Tuanmu" jawab Sunan Bonang menjelaskan maksud kedatangan ya. Dampo Awang” begitu salah seorang santri menambahkan melengkapi jawaban gurunya. “Hahahaha... seenaknya kalian ingin bertemu dengan Tuanku, kalian hanya rakyat jelata kalian tidak kami ijinkan!” kata penjaga itu kembali sambil memperlihatkan sikapnya yang congkak. "hei jaga bicaramu penjaga...kalian tidak tau kalau beliau ini adalah Kyai dan Ulama’ Besar di Lasem ini.. " Sahut santri kembali yang seakan jengkel ."sudah..sudah cukup tidak usah berseteru lagi..baiklah, kalau kami tidak diijinkan masuk sampaikan sekarang juga pada Tuanmu, Sunan Bonang ingin bertemu” sahut Sunan Bonang seraya memotong ucapan santrinya untuk menjernihkan suasana dan menyuruh penjaga tersebut menyampaikan pada tuannya. “Baiklah..” jawab seorang penjaga yang Kemudian menemui Dampo Awang yang nampak sibuk menghitung hasil perniagaannya. “Ampun Tuanku, Ada 3 Orang ingin bertemu Tuan...salah satunya adalah Sunan Bonang” begitu penjaga itu menyampaikannya pada Dampo Awang. “Sunan Bonang? (Jawab Dampo Awang seakan terkejut,) baiklah suruh mereka masuk” Bergegas sang penjaga kembali dan mempersilahkan Sunan Bonang untuk masuk. “Selamat datang saudaraku, lama tidak bercengkarama denganmu..silakan duduk..silahkan..dan nikmati hidangan yang ada di meja...” seraya Dampo Awang menyambut kedatangan Sunan Bonang dan muridnya. “Terimakasih Dampo Awang...bagaimana kegiatan p
like