Terbelenggu pilihan sendiriDiperbarui pada Feb 9, 2026, 19:43
Sela, seorang gadis lugu yang tidak pernah mengenal cinta, jatuh hati sedalam-dalamnya pada Iko. Baginya, Iko adalah dunianya, meskipun saat itu Iko hanyalah pengangguran yang dipandang sebelah mata oleh keluarga besar Sela. Sela yang keras kepala mengabaikan semua peringatan. Baginya, "yang penting dia mau usaha." Keyakinan itu membawanya ke pelaminan setelah empat tahun bertahan dalam hubungan yang ditentang.
Kehidupan perlahan membaik secara finansial. Setelah Aline lahir, Iko mendapatkan pekerjaan tetap. Sela, yang memiliki prinsip "harus punya", mulai memaksakan kemandirian mereka. Ia mengambil risiko besar: mencicil motor, membiayai tanah di kampung, hingga puncaknya—mengambil KPR rumah komersil selama 20 tahun dengan bantuan sisa perhiasan orang tuanya. Sela merasa telah menang. Ia ingin membuktikan pada dunia bahwa pilihannya tidak salah. Iko adalah suami yang bekerja, mereka punya rumah, dan mereka terlihat sukses.
Namun, di balik dinding rumah baru yang masih berbau cat itu, kenyataan mulai membusuk. Iko yang dianggap "giat" ternyata memiliki sisi gelap. Ia bekerja, tetapi tidak memiliki ambisi untuk menghidupi keluarga dengan layak. Uangnya habis untuk rokok dan judi online, sementara cicilan bank terus menghantui Sela. Lebih parah lagi, sifat santai Iko berubah menjadi temperamental. Setiap kali Sela mengeluh atau menuntut tanggung jawab, tangan Iko mulai bermain. Sela yang dulu memuja Iko, kini harus menerima lebam di tubuhnya sebagai "hadiah" atas pilihannya.
Masalah memuncak ketika keluarga Iko mencoba ikut campur dan ingin menempati rumah hasil jerih payah Sela dan orang tuanya. Sela terjepit di antara harga diri di hadapan keluarga besarnya sendiri yang dulu menentang, dan penderitaan nyata yang ia alami setiap hari di tangan Iko. Ia terus bersandiwara, memoles wajahnya dengan bedak tebal untuk menutupi luka, dan tersenyum di depan semua orang demi menjaga gengsi "pilihan sendiri".
Sela kini berada di titik nadir. Ia terbelenggu oleh dua hal: kontrak bank selama 20 tahun yang mencekik leher, dan pernikahan yang menghancurkan jiwa. Ia menyadari bahwa rumah yang ia impikan ternyata hanyalah penjara indah yang ia bangun sendiri.