Cerita Oleh saifahunafa
author-avatar

saifahunafa

TENTANGquote
Assalamualaikum para pecinta Ilmu. Mari kita terus memperbaiki diri di hadapan Allah. Aku cuma penulis biasa yang pengen bermanfaat bagi sesama. semoga siapapun kamu dan di manapun kamu baca cerita aku, aku harap bisa mengambil hikmah ya. semoga bisa memotivasi juga agar bisa terus menjadi baik. Aku kelahiran 2001, bulan Desember. Mulai suka menulis ketika kelas 9. wattpadku: @ukhti_ifa
bc
Ketika Akhwat Jatuh Cinta
Diperbarui pada Jan 28, 2021, 19:23
Ketika memilih untuk menjaga diri, saat itu pula Allah uji dengan menghadirkan lelaki yang terlalu percaya diri. Lelaki aneh yang hampir setiap hari menguras emosi. Alhamdulillah tidak sampai naik darah. Jika saja tak ada sedikit kesabaran, mungkin kakinya akan ku injak lagi. Ketika memilih untuk menjaga hati, saat itu pula Allah uji dengan menunjukkan akhlak lelaki itu yang sesungguhnya. Dibalik sosok yang selalu mengganggu kehidupan, ternyata ada akhlak yang baik. Jika boleh jujur, ia berhasil membuat kagum. Hingga hati bergetar tak biasa. Dan sebelumnya hal ini belum pernah terjadi. Bagaimana diri harus bersikap? Apakah salah, ketika akhwat jatuh cinta?
like
bc
Skenario ALLAH
Diperbarui pada Jan 28, 2021, 18:45
Meskipun hanya sekedar teman dekat, tapi aku cukup senang. Walaupun sikapmu yang tidak aku sukai. Aku harap kamu mengerti atas rasa yang tiba-tiba hadir dalam hatiku. Namun, apa Allah akan menyatukan kita?? Aku tak tau... Allah telah menulisnya.. Allah telah menulisnya dalam skenario yang dibuatkan-NYA untuk kita....
like
bc
Cinta dalam Hijrah
Diperbarui pada Sep 26, 2020, 19:10
"Ta-tapi, kenapa ka Azam memilih saya untuk dijadikan pendamping?" "Bukannya kakak tau, dulu sikapku pada kakak seperti apa?" lanjut Syifa. Azam terdiam sekejap. "Tapi itu dulu kan?" tanyanya singkat. "Dan masa laluku sangatlah buruk. Aku tak pantas untuk kakak. Kakak itu agamanya sangat baik, sedangkan aku?" "Tapi kamu tidak hidup di masa lalu lagi. Kamu akan hidup di masa depan. Dan aku yakin kamu pasti menjadi wanita yang lebih baik." Azam berkata dengan nada santai. "Aku tak pantas untuk kakak," Syifa menundukkan kepalanya. "Kenapa?" "Aku ingin memperbaiki diri dulu." "Aku yang akan membimbingmu." "Lelaki yang baik, untuk perempuan yang baik, pun sebaliknya. Kakak baik tapi aku tidak." "Berhenti merendahkan dirimu. Kamu memang belum baik sepenuhnya, tapi kamu sedang berusaha menjadi baik, kan? Aku akan membimbing mu." "Tapi kak..." "Apa ini tanda kamu menolak lamaranku?" "Tidak begitu..." "Semua terserah padamu. Aku akan menunggu jawabannya."
like