Cerita Oleh Karsiv Levi
author-avatar

Karsiv Levi

TENTANGquote
Tetap budayakan membaca😍😍, kalo membaca jangan setengah-setengah agar kita paham apa yang kita baca.🔥🔥
bc
Seatap Dengan Maduku
Diperbarui pada Apr 18, 2022, 17:35
Seorang gadis desa rela dimadu hanya untuk menghidupi ibu dan adik-adiknya, karena sang ayah rela meninggalkan kelurganya demi perempuan lain. Akankah gadis ini bisa hidup berdampingan dengan istri dari sang suami? 🔥🔥🔥
like
bc
Sang Penyewa Rahim
Diperbarui pada Oct 19, 2021, 18:14
Hari ini cuaca tidak secerah hatiku, mendung dan seperti akan turun hujan. Berbeda jauh dari perasaanku yang bahagia, sangat bahagian akan bersanding dengan Rangga, orang yang sangat Aku cintai. Ruang tamu dihias dengan dekor bunga-bunga cantik dan tertulis nama " Melisa&Rangga". Jam delapan nanti ijab qobul diselenggarakan itu artinya setengah jam lagi akan dimulai. Tapi seharusnya Rangga dan keluarganya sudah sampai di sini. "Rara,...apa Mas Rangga udah datang di luar?" Tanyaku pada Rara, adik kandungku. "Aku lihat dulu keluar ya kakak" jawab Rara melangkah pergi meninggalkan ruang make up. Kebaya merah maron dengan manik-manik cantik, jilbab dengan perpaduan merah muda dengan merah maron, make up tipis membuatku semakin cantik. Acara yang aku inginkan kini di depan mata.   "Kak...Mas Rangga belum datang. Apa dia memberi kabar ke kakak? " Tanya Rara masuk ke ruang make up aku. Rasa khawatirku mulai muncul, takut terjadi sesuatu dengan Mas Rangga. Ku ambil handphone dan mulai ku pencet tombol hijau untuk menelpon. "Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, silahkan menghubungi beberapa saat lagi." Suara operator seluler yang berbicara. Aku ulangi lagi dan lagi hanya ada suara operator seluler. " Kamu sangat cantik nduk." Ibuku masuk keruang make up dengan memberi pujian. "Iya dong bu.,kan anaknya ibu.ibu juga cantik."  "Apa Rangga udah ada kabar?" "Belum bu...Aku khawatir bu" "Tidak usah khawatir, kita tunggu dulu." Ucapan ibu sedikit menenangkan. Hatiku berubah seratus delapan puluh derajat, yang tadinya bahagia,sangat bahagia kini berubah dengan gelisah,khawatir, cemas, campur aduk takut terjadi sesuatu dengan Mas Rangga. Bu Ratna, ibuku juga khawatir ikut menghubungi pihak keluarga Rangga, tapi apa daya usahanya sia-sia,tidak ada satupun pihak keluarga Rangga yang bisa di hubungi. Jam menunjukkan pukul sembilan. Kelewat satu jam dari jadwal akad. Air mata ini mulai turun membasahi pipi.riasan make up mulai luntur terbawa arus air mata. Apalagi ibuku, menangis karena penghulu tidak mau menunggu lagi, acara ini batal karena mempelai pria tidak datang. Tak lama setelahnya ibuku pingsan. Ibu adalah orang tua tunggal setelah ayahku memilih perempuan lain daripada ibu. "Inalillahi wainaillahirojiun" ucap salah satu tamu memeriksa keadaan ibu. "Apa maksud anda" ucapku meninggikan suara tak percaya kalau ibu telah tiada. "Rangga kamu memang keterlaluan! Dihari penting ini kamu tidak datang bahkan tidak memberi kabar, bahkan ibu sampai kena serangan jantung!! Kamu sungguh keterlaluan Rangga!!!" Amarahku di depan tamu undangan. Dimanakah Rangga berada saat ini? Next??
like