Arah mata angin tidak akan tahu darimana dengan tak sabar, sesekali ia mendengus dengan
ketus, dan aku mendapat alasan mengapa aku dilahirkan ke muka bumi ini sebagai orang
Melayu, meski udik sekalipun, biarlah, suka-suka Tuhanlah. Karena semua itu---paras kuku,
huruf R, dan perkenalan itu---lebih dari cukup bagiku untuk menahankan penindasan habis-
habisan dari pamanku. A Ling sendiri bekerja di toko Zinar. Kami sepakat menabung sedikit
demi sedikit untuk mempersiapkan keberangkatan kami ke Jakarta dan menyongsong masa
depan nan gilang-gemilang. Oh, sungguh mengharukan