THE STORIES of MIADiperbarui pada Jun 29, 2026, 05:02
Di suatu hari yang cerah, seorang anak perempuan sedang asyik bermain bersama teman-temannya di taman. Tiba-tiba, sebuah pesawat penumpang berukuran besar tampak berputar-putar tak terkendali di udara, lalu menukik jatuh dari langit.
Menyadari ada sesuatu yang tidak beres, anak itu menatap ke atas dan menyadari pesawat raksasa tersebut sedang mengarah tepat ke tempatnya berada.
Tanpa membuang waktu, dia langsung berteriak memperingatkan teman-temannya akan bahaya yang mengancam.Namun, segalanya sia-sia.
Baru beberapa kata terucap dari mulutnya, pesawat itu langsung menghantam mereka dengan keras. Tragedi tersebut meninggalkan kehancuran yang dipenuhi kobaran api, jasad yang bergelimpangan, serta raungan sirine dari kendaraan darurat.
Sore harinya, dilaporkan bahwa hanya ada satu korban yang selamat—anak perempuan itu.Sebagai satu-satunya korban selamat, ia mengalami trauma berat.
Di atas ranjang rumah sakit, dia mulai menunjukkan gejala survivor's guilt (rasa bersalah karena bertahan hidup). Di tengah lamunannya, anak itu tiba-tiba teringat akan sebuah dongeng yang pernah diceritakan ibunya—kisah tentang Sang Dewi Kebaikan dan pasangannya.
"Alangkah indahnya jika aku bisa menjadi seperti sang Dewi," gumam anak kecil itu lirih.Sesaat kemudian, matanya terpejam lambat bersamaan dengan bunyi panjang yang menggema di dalam ruangan.