Santri di Negeri Ratu ElizabethDiperbarui pada Oct 6, 2024, 19:45
Adam Rizky Al-Fattah, seorang santri sederhana berusia 21 tahun dari sebuah pesantren kecil di Jawa Barat, berhasil meraih mimpinya: melanjutkan pendidikan kedokteran di Inggris. Di tengah gemerlapnya dunia akademik Oxford, Adam harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan akademis hingga menghadapi dunia baru yang jauh berbeda dari kehidupannya di pesantren.
Namun, di Inggris, ada Emily, seorang mahasiswi yang tertarik pada kepribadian dan akhlak mulia Adam, meskipun mereka berasal dari latar belakang agama yang berbeda. Sementara itu, di pesantren, Hilwa Azzahra, adik kelas Adam yang berusia 18 tahun, diam-diam menyimpan perasaan mendalam padanya. Di sisi lain, Hilwa menghadapi perjodohan yang tak ia inginkan, dan hanya Nisa, sahabat setianya, yang tahu betapa sulitnya perasaan yang ia pendam.
Dengan teman-teman baru seperti Ginanjar, yang selalu membawa kehangatan dengan bahasa Sunda-nya, serta saingan akademis yang membuat langkah Adam semakin berat, ia harus berjuang tidak hanya di bidang kedokteran, tetapi juga dalam menjaga prinsip-prinsip Islam yang ia pegang teguh. Di tengah perjalanan ini, Adam bertanya-tanya, apakah mungkin mengejar mimpi tanpa kehilangan siapa dirinya?