[Saya tidak menoleransi adanya plagiarisme dan penggandaan cerita yang saya buat dalam bentuk apa pun.]
IG: amaamemade
[Have To, Chaos, Sognare, Debu, dan Unpredictable Pregnancy -> Dengan tidak mengurangi rasa terima kasih, saya tarik sehingga apabila ada pembaca lama yang melihat cerita-cerita tersebut tidak ada, tolong jangan heran, Sekian.]
Juxtaposed
Perasaan mencintai seseorang secara sepihak memang tidak mengenakan. Terlebih bila orang yang kamu cintai malah membenci tanpa sebab yang pasti. Kesalahpahaman di masa kecil adalah alasan terkuat mengapa seseorang yang dia cinta begitu antipati padanya. Hal tersebut menjadi lebih parah ketika kesalahpahaman terjadi untuk kedua kalinya di masa remaja keduanya.
Meski pada awalnya dia tidak ingin menyerah, tapi bukankah hati seseorang lebih rapuh dari pada ucapan yang hanya sebuah lisan tak terlihat?
Wajar bukan bila dia memutuskan untuk mundur? Yang tidak wajar adalah kenyataan bila orang yang dia cintai malah berbalik mencoba menarik perhatiannya untuk luluh di saat dia memutuskan untuk melepas dan balas memusuhi.
Bisakah untuk kali ini hatinya lebih teguh dengan tidak membiarkan orang yang dia cintai masuk kembali dan meluluh lantahkan pertahanan yang baru dia bangun?
|||
Karya pribadi. Imajinasi sendiri. Plagiat menjauh.
Tidak suka? abaikan saja.
Yang suka? siap-siap dapat kejutan di setiap episode.
Karya pribadi. Imajinasi sendiri. Plagiat menjauh. Kalau tetap kekeuh, baca dulu judul Pengalaman di Plagiat! semoga hatinya lebih berpikir.
Tidak suka? abaikan saja.
Yang suka? siap-siap dapat kejutan di setiap episode.
Bahasa : Semi baku (dialog non baku sebagai pemanis)
GAG
Bagi Amadea, menikah bukalan tujuan hidup. Dirinya masih ingin menikmati masa lajang dengan setumpuk tugas salon yang menjadi kesibukannya.
Tapi bagaimana dia masih bisa konsisten pada pendiriannya ketika mendapati hatinya berdesir hanya melihat seorang anak kecil bermata coklat jernih? Bahkan dirinya memutuskan untuk mengantarkan anak yang dia ketahui bernama Gasdan pergi ke salah satu Playgroup dikotanya.
Bagi Gasdan, tidak mendapat kasih sayang seorang ibu sudah biasa. Tapi bagaimana bila temannya yang sering kali usil mengatakan bila dirinya tidak memiliki ibu, tiba-tiba berujar lantang pada seseorang yang beberapa waktu lalu menolongnya, bahwa dirinya adalah Bunda Gasdan?
Tangis tumpah ketika temannya malah berseru. "Gasdan bohooong! Gasdan bohooong! Gasdan bohooong!" padahal dirinya pun tidak tahu kebohongan apa yang dia lakukan. Beruntung timangan dan dekapan hangat menyelamatkan Gasdan.
Membuat dirinya berharap bahwa seseorang yang memeluknya menjadi bundanya. Bolehkah?
Bagi Gildan, kebahagian Gasdan adalah segalanya. Sampai akhirnya dia menerima desakan dari sang Ibu untuk mencarikan bunda untuk Gasdan.
Gildan kira ketika temannya mengatakan Gasdan telah bertemu dengan bunda baru berarti sang ibu telah mengenalkan terlebih dahulu calonnya kepada Gasdan. Namun siapa sangka, salah paham malah yang terjadi.
Mungkin awalnya tidak masalah, tapi bagaimana bila bunda yang diinginkan oleh Gasdan adalah seorang wanita yang membawa masa lalu kelam beberapa tahun yang lalu?
Kisah nyata.
Tidak bermaksud selain hanya untuk menceritakan sedikit pengalaman saya dalam menulis. Bahwa seorang penulis yang baru menapaki jejak di dalam ceritanya saja sudah menjadi sasaran seseorang yang tidak berperasaan yang disebut plagiat.
Hanya itu.
Saya tekankan lagi ini bukan sebuah cerita.