Cerita Oleh risalia.anugrah
author-avatar

risalia.anugrah

bc
SATU FRASA
Diperbarui pada Nov 6, 2019, 21:36
Kalau boleh jujur, kamu bukanlah pilihan. Tapi Tuhan memilihmu untukku, begitu sebaliknya. Semua itu sudah tertulis sejak itu, dan saklek. Bisakah kita menyangkalnya? —Rayyan Arganata— Terima kasih, telah menjadi apapun untukku. Ini, lucu. Kamu bukanlah rencanaku, tapi dari sekian ketidakdugaan itu, bolehkah aku berterima kasih pada Tuhan? —Ayesha Anugrah— Jangan salahkan, karena nyatanya, soal rasa tak pernah sederhana. Juga, tentangnya, bisakah benci itu enyah? Terkadang, ada hal-hal di luar kendali logika yang harus menjadi terima. —Hanggifi Prama— Waktu mengajarkanku apa arti terbiasa. Pertemuan yang sarat itu, jelas memiliki andil atas semua ini. Maaf, sekali lagi ini soal kerap yang terlalu erat. —Sekar Gaitsa Ayu— Apa salah kalau kamu adalah inginku? Bisakah sedikit saja kamu tengok ke samping? Hei, ada aku. Aku cinta kamu, bagaimana? --Juwita Ameera—
like
bc
SUNFLOWERS
Diperbarui pada Nov 5, 2019, 21:24
A sunflower can never be a rose, and a rose can never be a sunflower. All flowers are beautiful in their own way, and that's like women too -Miranda Kerr- Jika kebanyakan perempuan menyukai bunga cantik seperti rose, daisy, atau bahkan lily of the valley, tapi tidak denganku. Aku menyukai Sunflower. Mengapa? Bagiku suka tidak butuh alasan. Seperti perasaan haramku kepada salah satu lelaki dalam 'Threever' itu, Arganata Reikhan. Seperti inikah yang dialami Fachry dulu? Sahabat yang menyukaiku lalu kutolak mentah hanya karena perasaanku kepadanya sebatas cinta platonis. Lalu, seperti karma, aku menyukai lelaki lain dalam hubungan persahabatan kami. Naasnya, lelaki itu terindikasi hanya menganggapku sebagai adik perempuannya. Sementara, perasaan ini semakin menjadi, sesak begitu terdesak, terlebih sejak dia kembali bersama kami. Aku merasa bodoh. Atau kini aku punya alasan tentang Sunflower? Sama seperti matahari yang akan terus memberikan kehangatan melalui sinarnya tanpa meminta sedikitpun untuk kita membalasnya. Memberikan kehangatan, seperti Demiko Bisri. -Freya Katyaluna- ~~OO~~ Dari sekian banyak bunga yang bisa kutanam untuk perkebunanku ini, kenapa pilihanku jatuh pada bunga matahari? Bukankah tanah di sini lebih banyak untuk ditanami bunga mawar? Ah, aku tidak peduli dengan yang lebih banyak. Karena yang sedikit itu yang lebih istimewa, lebih menarik perhatian, bukan begitu? Seperti perempuan yang kutemui di kota beberapa waktu lalu. Dia cantik, dan dia berbeda. Seandainya waktu bisa kurekayasa, mungkin akan dengan sekenanya aku menemuinya kembali. Freya Katyaluna, dialah yang menurutku istimewa. Kuharap, ada takdir lain yang mempertemukan kami kembali. Semoga. -Demiko Bisri
like
bc
BUT, DARLING ?
Diperbarui pada Nov 4, 2019, 16:18
Terlalu fokus menahan perasaan pada satu wanita spesialnya, membuat Fachry memiliki kadar kepekaan di angka nol. Dia bahkan tidak menyadari jika rasa yang dianggap cinta hanyalah rasa nyaman sesaat. Membuatnya hampir saja kehilangan perempuan berharga yang berhasil mengoyak hidupnya. Menjadikannya pria paling bodoh selama dia hidup. . Tak ubahnya dengan Valerie. Terlalu berkubang pada masa lalu dan kenangan, membuatnya harus tersakiti untuk kesekian kali. Dia harus menahan rasa yang berkecamuk semenjak intensitas pertemuannya dengan Fachry semakin bertambah. Menguak luka lama. Meminta kejelasan. . Di tengah kekalutan hati, siapakah yang akan memenangkan pertarungan rasa itu? Sosok di masa lalu ataukah sosok yang kini menanti dengan jawaban pasti.
like