wahai, sang sahabat tradisi dan cerita rakyat.
di sini saya akan menceritakan tentang cerita rakyat, Provinsi Kalimantan Barat. masih banyak cerita menarik yang masih terpendam dan sampai sekarang masih di turun menurunkan. semoga bermanfaat dan ambil baik nya, buang yang buruknya.
Berdasarkan versi lain, pada suatu kejadian, ketika Bujang Nadi dan Dare Nandong sedang asyik bermain ditaman istana tanpa sadar mereka diintip oleh seorang pengawal istana, tepat pada saat itu Bujang Nadi dan Dare Nandong sedang asik bercerita tentang perkawinan, bertuturlah Dare Nandong kepada kakandanya, ?
" Kakanda Bujang Nadi.. demi bumi dan langit adinda bersumpah, bahwa adinda tidak akan menikah apabila tidak dengan seorang jejaka yang mirip seperti kakanda?.
Mendengar ucapan adiknya itu terus berucap pulalah si Bujang Nadi : ? " Dare Nandung adikku, rembulan dan mentari boleh saja gerhana, tetapi tatapan mata kakandamu ini tidak akan pernah memberikan makna cinta untuk seorang perempuan yang berakhir pada suatu perkawinan, jika perempuan itu, perilaku dan parasnya tidak seelok engkau, oh adikku?"
Hulubalang/pengawal kerajaan yang secara kebetulan sedang melintas, mendengar percakapan dua kakak beradik tersebut, dia berfikir bahwa kedua kakak beradik itu ingin melakukan perkawinan sedarah, tanpa berpikir panjang sang pengawal kerajaan pun melaporkan kejadian tersebut kepada Raja Tan Unggal.
Raja Tan Unggal sangat terkejut, ia merasa malu dengan kejadian tersebut, sebelum kedua anaknya berbuat hal yang dapat merusak nama baik kerajaan bahkan dianggap dapat membawa aib bagi kerajaan, Tan Unggal pun memberikan hukuman, padahal apa yang ia dengar salah belaka.
Raja Tan Unggalpun langsung memerintahkan kepada para prajuritnya untuk mengubur kedua anaknya yaitu Bujang Nadi dan Dare Nandong beserta dengan ayam jago dan alat tenun yang dimiliki oleh kedua anaknya tersebut.
Kemudian kedua kakak beradik itu dikubur hidup-hidup