Siti Shafia ingin melanjutkan kuliah setelah lulus dari pesantren, tetapi kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan dan meninggalkan banyak hutang. Dia tidak menyangka jika selama ini orang tuanya bekerja dengan susah payah supaya bisa membiayai pendidikannya.
Seorang rentenir datang sebelum tujuh hari kematian orang tuanya. Dia harus segera membayar hutang itu atau menjadi istri ketiga rentenir tersebut.
Ketika dalam kebimbangannya, tiba-tiba Gus Azam, anak dari Kyai di pondok pesantrennya datang melamar.
Bagaimana kisah Shafia selanjutnya?
Seorang pengacara (pengangguran banyak acara) tiba-tiba digerebek warga di dalam sebuah mobil bersama seorang wanita dengan pakaian terbuka. Bagaimana nasibnya ketika dia yang tidak tahu apa-apa, harus menikahi gadis tersebut? Pun semua bukti mengarah padanya sebagai pelaku pelecehan.
“Kamu harus bertanggung jawab, Syams!” ujar Pak RT.
“Aku tidak akan bertanggung jawab untuk kesalahan yang tidak aku perbuat!” Syams bersikukuh tidak melakukan apa yang warga tuduhkan, tetapi semua bukti mengarah kepadanya.
“Lihatlah, banyak cupang di leher gadis itu. Siapa lagi kalau bukan kamu pelakunya?” Seorang ibu-ibu yang hendak membeli sayur juga berhenti melihat keributan itu.
Hendak mengelak, tiba-tiba sarung yang dikenakan Syams melorot hingga terlihat jelas kolor ijo yang dipakainya.
Bagaimana keseruan kisah Syams selanjutnya?