BAGIAN 44

2576 Kata

Yuren terbangun dari tidurnya dengan tergopoh, dia meringis kesakitan karena rasa sakit yang teramat sangat dia rasakan di sekujur tubuhnya, terutama di bagian kewanitaannya. Sejak kepulangannya dari memberantas para pemberontak, Elyas menunjukan kemurkaannya pada sang istri yang telah mengkhianatinya dengan kabur bersama pria lain. Meski sang istri akhirnya kembali, hal tersebut tidak cukup menghilangkan kemarahan dalam hatinya. Cintanya yang tulus telah dikhianati istri yang tak pernah sekali pun membalas cintanya.  Lantas dia memberikan hukuman yang tidak manusiawi kepada Yuren. Setiap malam dia menyiksa Yuren dengan menggagahinya tiada henti. Kedua kaki dan tangan Yuren diikatnya dengan tali sehingga Yuren tak mampu melakukan pemberontakan. Wanita malang itu hanya bisa menangis dan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN