BAGIAN 43

2337 Kata

Hie berdiri seorang diri, menengadahkan kepalanya memandang rembulan yang lagi-lagi bersinar dengan terangnya di atas sana. Dia pejamkan kedua matanya, mencoba mencari ketenangan di dalam hatinya.  Sejak mengetahui jati dirinya yang sebenarnya, dan sejak mengetahui kebenaran tentang ayahnya, Hie merasa hatinya tak pernah tenang lagi. Hatinya selalu dipenuhi amarah dan kebencian yang menggebu-gebu. Hingga untuk beberapa saat dia merasa telah berubah menjadi orang lain, bukan lagi dirinya.  Dia bukan lah seorang pendendam, tak hentinya terngiang di kepalanya bagaimana cara kakek Paul dan nenek Carla menasehatinya agar menjadi sosok pemaaf. Tentu dia berbohong ketika mengatakan tidak membenci orang-orang yang menyakitinya, namun nasehat dari kakek dan neneknya selalu berhasil membuat kebenc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN