Mengkhawatirkan Ayla

1124 Kata

'Mas tolong selamatkan aku. Kamu di mana, Mas?' Ayla terus merintih. Betapa ia di ambang putus asa disaat tubuhnya berusaha ditindih Samir. Ia menghempaskan kepala ke kanan dan kiri supaya bibir Samir tidak bermuara di pipi atau mungkin bibirnya. "Kau seharusnya malu dengan Mas Fawaz!" Rasa jijik telah memupuk kebencian di sorot mata Ayla. Kedua tangan Ayla sudah dikunci sejajar dengan kepala. Sedang tubuhnya berhasil ditindih Samir. Pria itu mengukung pinggul Ayla diantara pahanya seolah menunggangi wanita itu. "Akan aku ingat. Tapi sebelum itu, kau harus pastikan dulu. Apa dia betulan akan kembali?" Seringai mengejek Ayla begitu nyata. Cengkraman tangan Samir di pergelangan Ayla pun tambah kuat. Mungkin tangan kurus Ayla sudah bergalang kebiruan. Beruntung, saat yang sama A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN