chapter empat

1011 Kata
Pagi yang cerah secerah hati Cala karena ia akan di antar oleh sang pangerannya siapa lagi bukan Nen Nen nya Cala "Ulululu... Yang mau di antar sama pangerannya." goda sang Abangnya "Lo sih cil, masih SMP udah main pacaran aja," timpal Caka "Iya nih padahal abang-abang nya belum ada yang pacaran," sambil menghembuskan nafas beratnya Caka mengatakan "dia sakitin kamu bilang sama kakak mu ini biar kita yang hadapin dia," "Padahal kamu masih kecil tapi udah tahu pacar-pacaran aja kamu di belajarin sama siapa sih hah?" kesal sang Abang karena mereka tidak rela adik kecilnya ini di nodai dengan yang namanya cinta. "Bundaaa Abang, Kakak sama Aa nyebelin banget, " Adu Cala kepada bundanya, yang membuat mereka semakin menjadi-jadi untuk mengusili Cala siapa suruh dia terima cintanya dari Nendra "Udah diem Abang, kakak sama Aa cepat sarapan nanti kalian kesiagaan dan kamu mbak Cala kan udah besar nanti mau SMA masa ia masih kaya anak kecil," "Ayahhhhh kok diem aja sih." "Ada apa mbak? kan bener kata bunda kalau orang pacaran harus dewasa," Cala mulai cemburut "Kok kalian kaya gitu gak sayang lagi yah sama mbak Cala." "Mbak kan di sayang sama nenen nenen itu." celetuk Cala yang mengandung tawa semuanya Matanya sudah berkaca-kaca raut wajahnya sudah merah Cala semakin cemberut melihat orang tua dan ketiga kakaknya tertawa puas di atas penderitaan nya "Hiks... hiks... kal...Ian ja...hat sama sama mbak Cala." nah kan kalau Cala nangis mereka langsung diem "Abang sih ketawanya paling kenceng jadi Cala nangis kan," tuding sih kakak "Kok Abang yah... kakak lah buat cala nangis," sih Abang tidak terima di tuduh "Stop kalian ini malah saling menyalahkan satu sama lain sih." lerai Kurniawan kepada Abang dan kakak "Mbak... udah dong jangan nangis kami kan cuman bercanda," bujuk Aa karena dia yang sedari tadi hanya diam "Cup... cup... cup udah dong nanti sih nenen nya marah sama Abang dan kakak," rayu sih kakak karena dia yang paling jahil sama Cala "Dia namanya Mas Nendra bukan nenen," marah Cala yang mukanya masih merah dan masih meneteskan air mata "Ingusnya di keluarin dulu mbak," Srot Ingus Cala keluar yang beleber di tangan ayahnya dengan telaten ayahnya membersihkan wajah dan hidung Cala "Nanti mas Nendra nya telaten gak kaya ayah yang ngurus mbak Cala ini, awas aja kalau nyakitin hati nya mbak Cala bakalan ayah penggal kepala nya mas Nendra," seru sang ayah yang masih tetap membersihkan wajah Cala "Mas Nendra baik kok yah... buktinya dia kemarin anterin Mbak cala pulang," "Abang juga mau kalau antar jemput mbak Cala," ternyata sih Abang tidak ingin kalah saingan sama Nen nen itu "Kakak juga bisa kok," " kalian kan sibuk cuman Aa aja yang sering antar jemput mbak" mereka terdiam mendengar perkataan Cala beda hal nya dengan Aa dia begitu puas karena bisa membuat mereka terdiam "Nanti mbak mau apa?" tanya Abang yang mulai merayu "Mbak gak mau apa-apa karena tahu Abang kan sibuk sama pasiennya lebih baik Abang ke rumah sakit," usir Cala dengan halus Abang yang mendengar penuturan dari Cala pun terdiam sesaat apakah begitu sibuknya dirinya karena mengurusi puluhan pasien setiap jam nya "Mbak kalau ngomong ngaco, minta maaf sama abangnya," ucap bunda "Emang bener kok begitu, kakak juga sibuk sama kertas-kertas dan laptop," "Mbak cala kok berubah, mbak cala kalau kaya gitu bukan kaya anaknya bunda, anaknya bunda mah manis sama lembut kalau ngomong," "Maaf Abang kakak," sesal Cala karena ia Baru sadar bahwa perkataan nya membuat sang Abang dan kakak sakit hati "Nanti kalau kaya gitu lagi bunda hukum," Cala terdiam mendengar perkataan bundanya itu "Udah... udah sarapan dulu aja baru kalian berangkat kerja dan sekolah," lerai sang Ayah yang sangat begitu pengertian Di lain sisi dengan tempat yang berbeda Nendra mulai bersiap-siap untuk menjemput sang kekasihnya itu ia sangat grogi nanti bagaimana dia ngomong sama Abang-abang Cala dan Ayahnya Cala "Lapor om saya nendra saya cinta sama Cala anak nya om," masa ia harus kaya gitu "Lapor om saya mencintai Cala anak om saya ingin menikahi anak om," kok nikah sih dia kan belum siap jika menikah lebih baik ia segera berangkat Daripada nanti ia seperti orang gila berbicara di depan cermin sambil hormat "Tumben pagi-pagi banget ke sekolahan nya" ucap sang Maryam bunda dari Nendra karena biasanya Nendra akan bangun jam 7 pagi dan susah banget buat bangun pagi "Bangun pagi salah apalagi bangun siang selalu salah gimana kalau gak bangunan-bangunan pasti nangis,"dengus Nendra. arapan dulu jangan pedulikan omongan bunda kamu itu," mereka makan dengan tenang dan hanya denting sendok yang beradu dengan piring Selesai mereka sarapan Nendra pamit untuk pergi ke sekolahnya jalur sekolah SMP dengan sekolah SMA itu masih satu jalur jadi tidak akan memakan waktu yang begitu lama Nendra begitu grogi dan takut karena baru pertama kali ini ke rumah perempuan dan bertemu langsung dengan keluarganya sesampainya di gerbang "Pak, Cala nya ada?" tanya Nendra sopan kepada satpam rumah Cala "Mbak Cala nya ada di dalam mas, silahkan masuk aja," katanya sambil membuka kan gerbang rumah "Terimakasih pak," ucap Nendra yang hanya di di jawab dengan anggukan kepala "Assalamualaikum... Cala," Cala yang mendengar suara Nendra pun keluar rumah "Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh" "Ayah kenalkan ini mas Nendra dan mas Nendra ini ayah Cala dan itu Abang, kakak dan Aa cala kalau yang itu bunda nya cala," Cala memperkenalkan satu persatu Anggota keluarga nya "Nendra om, tan, bang," salam Nendra "Lu yang nen nen itu," celetuk sih kakak Nendra yang mendengar suara itu menjadi kikuk " Gak sopan tau," tegur bunda "maaf yah nak Nendra anak ibu emang kaya gini kelakuannya," Nendra hanya membalas dengan senyuman "Kita satu kelas," ucap Sih kakak "masa sih? yang bener" "Lu nya aja sering bolos jadi lu gak pernah lihat gw" Nendra menggaruk kepalanya yang tidak gatal "hehehehe iya kah mungkin iya sih," "Kalau kamu cuman main-main sama Cala lebih baik kamu jauh-jauh," tegas Sih Abang "Lapor saya serius dengan anak om, saya ingin menjadi pacar anak om dan saya akan menjaga anak om seperti om menjaga Cala, saya tidak akan menyakiti Cala. itu saja laporan dari saya atas nama Nendra Abimanyu." Terima kasih mohon support nya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN