chapter tiga

1082 Kata
Kalian boleh temenan tapi, harus jaga sikap karena Cala sudah punya pacar," mendengar hal itu sudah tidak ada harapan lagi untuk Panji membuat Cala jatuh hati "Saya tahu kamu suka dengan adik saya," ujar Bachtiar dengan entengnya Kaget tentu saja Panji kaget karena, Bachtiar mengetahui bahwa dirinya menyukai Cala "Dari mana Abang tahu bahwa saya menyukai adik Abang?" "Saya tahu semua gerak-gerik laki-laki jika menyukai seorang wanita tapi, kamu sangat di sayangkan karena, Cala sudah punya kekasih," ucap Bachtiar Sudah tidak ada harapan lagi untuk Panji tapi, sebelum janur kuning melengkung Panji akan tetap memperjuangkan Cala untuk dirinya. "Kalau kamu mau Cala, rebut dia dari Nendra itu kalau kamu mau dan sanggup jika tidak kamu cari saja perempuan lain," Kata Bachtiar selang beberapa menit kemudian Cala membawa minuman untuk Panji dan Abang nya "Kalian lagi ngomongin apa kok kayanya seru banget," ucap Cala sambil meletakkan minuman di meja "Mbak kepo," seru Bachtiar sambil melihat handphonenya "Abang ihhhh bikin kesel," "Abang nggak ngapa-ngapain loh kok kesel," ucap Abang nya "Cala, Hem... mau gak nanti malam Kita ngedate," kata Panji dengan sedikit ragu "Cala bakalan ngedate sama gw," ucap seseorang tiba-tiba di depan pintu "NENDRA," Teriak mereka bersamaan Gawat perang akan di mulai "Gw udah bilang jangan sekali-kali lu deketin cewek gw," kata Nendra dengan emosi dia sudah lama sekali untuk tahan supaya tidak emosi "Lu gak ada hak untuk mengatakan seperti itu," Panji tidak peduli Nendra melarang atau tidak yang jelas dia harus memiliki Cala sepenuhnya "Lu udah gak ada otak yah, gw udah peringatkan tapi lu masih tetep kekeuh dengan pendirian lu," "Gw akan memperjuangkan Cala," Bachtiar hanya menonton drama mereka dia ingin tahu siapa yang menang untuk mendapatkan hati adik nya ini, mereka sama-sama keras kepala apakah Cala secantik itu untuk di sukai oleh banyak kaum Adam. "Lu gak malu deketin cewek yang udah punya pacarnya kalau gw sih malu banget," kata Nendra "Lebih baik lu pulang aja, lu ganggu gw dan Cala," ujar Panji "Gw ganggu kalian? Cala gw ini pacar lu atau bukan kok lu tega sih bawa selingkuhan lu ke rumah lu dan nggak ngomong apa-apa sama gw," ucap Nendra kepada Cala yang terlihat diam dan menunduk rasa bersalah menyelimuti seluruh tubuh Cala seharusnya dia tidak menerima Panji untuk bertamu tapi, lagi lagi rasa tidak enak menyelimuti hati nya. emang susah kalau jadi orang gak enakan "LU PERGI DARI SINI," usir Nendra sambil mengarahkan tangan nya ke pintu keluar "Pintu keluar nunggu lu," "Gw udah kasihan sama lu tahu satu kali lagi lu kaya gini, gw gak bakalan maafin lu," ucap Nendra dengan sarkas Sudah di bilangin Nendra itu tidak suka berbagi apalagi jika menyangkut masalah hati dan seluruh hidupnya dia lebih baik kehilangan uang nya daripada kehilangan seseorang yang di cintai nya, Nendra jika sudah mencintai Cala akan mempertahankan Cala bagaimana pun caranya. "Gw bakalan dapetin Cala, kita lihat aja," Kata Panji dengan penuh percaya diri "Oke kita lihat aja, lu bakalan kalah," ucapan Nendra Akhirnya Panji keluar dari rumah Cala dengan wajah yang merah padam "Gw gak salah buat merestui hubungan lu sama Cala," ucap Abang nya Cala seraya menepuk pundak Nendra "Gw pergi dulu ada operasi dadakan kalau kalian mau jalan nggak apa-apa asal jangan kemalaman," ucapnya seraya pergi untuk ke rumah sakit "Lu seneng di rebutin sama cowok kaya gitu?" Nendra mulai duduk "Tapi, Cala sukanya sama Nendra," Cala duduk di samping Nendra "Kenapa lu gak usir dia dari sini," "Karena kan Cala nggak enak kalau main usir usir di sangka nya nggak sopan," sambil menatap wajah Nendra "Cala tuh suka nya Sama Nen jadi, percaya Cala gak akan berpaling sama Nen," Nendra heran Cala belajar darimana kata-kata seperti itu "Eh... Mas Nendra udah lama kesini nya?" Ayah Cala menyapa Nendra, Nendra pun berdiri dengan sopan dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman "Iya om, om kabarnya bagaimana " "Alhamdulillah om baik-baik saja, kalau kamu?" "Seperti yang Om lihat tapi, kayaknya anak om udah gak suka dengan saya om," sindir Nendra "Bohong yah... Cala masih suka kok sama Nen," sanggah Cala tidak membernarkan perkataan Nendra dia tuh masih menyukai Nendra bahkan sekarang rasa sukanya bertambah. Lu gak malu deketin cewek yang udah punya pacarnya kalau gw sih malu banget," kata Nendra "Lebih baik lu pulang aja, lu ganggu gw dan Cala," ujar Panji "Gw ganggu kalian? Cala gw ini pacar lu atau bukan kok lu tega sih bawa selingkuhan lu ke rumah lu dan nggak ngomong apa-apa sama gw," ucap Nendra kepada Cala yang terlihat diam dan menunduk rasa bersalah menyelimuti seluruh tubuh Cala seharusnya dia tidak menerima Panji untuk bertamu tapi, lagi lagi rasa tidak enak menyelimuti hati nya. emang susah kalau jadi orang gak enakan "LU PERGI DARI SINI," usir Nendra sambil mengarahkan tangan nya ke pintu keluar "Pintu keluar nunggu lu," "Gw udah kasihan sama lu tahu satu kali lagi lu kaya gini, gw gak bakalan maafin lu," ucap Nendra dengan sarkas Sudah di bilangin Nendra itu tidak suka berbagi apalagi jika menyangkut masalah hati dan seluruh hidupnya dia lebih baik kehilangan uang nya daripada kehilangan seseorang yang di cintai nya, Nendra jika sudah mencintai Cala akan mempertahankan Cala bagaimana pun caranya. "Gw bakalan dapetin Cala, kita lihat aja," Kata Panji dengan penuh percaya diri "Oke kita lihat aja, lu bakalan kalah," ucapan Nendra Akhirnya Panji keluar dari rumah Cala dengan wajah yang merah padam "Gw gak salah buat merestui hubungan lu sama Cala," ucap Abang nya Cala seraya menepuk pundak Nendra "Gw pergi dulu ada operasi dadakan kalau kalian mau jalan nggak apa-apa asal jangan kemalaman," ucapnya seraya pergi untuk ke rumah sakit "Lu seneng di rebutin sama cowok kaya gitu?" Nendra mulai duduk "Tapi, Cala sukanya sama Nendra," Cala duduk di samping Nendra "Kenapa lu gak usir dia dari sini," "Karena kan Cala nggak enak kalau main usir usir di sangka nya nggak sopan," sambil menatap wajah Nendra "Cala tuh suka nya Sama Nen jadi, percaya Cala gak akan berpaling sama Nen," Nendra heran Cala belajar darimana kata-kata seperti itu "Eh... Mas Nendra udah lama kesini nya?" Ayah Cala menyapa Nendra, Nendra pun berdiri dengan sopan dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman "Iya om, om kabarnya bagaimana " "Alhamdulillah om baik-baik saja, kalau kamu?" "Seperti yang Om lihat tapi, kayaknya anak om udah gak suka dengan saya om," sindir Nendra "Bohong yah... Cala masih suka kok sama Nen," sanggah Cala tidak membernarkan perkataan Nendra dia tuh masih menyukai Nendra bahkan sekarang rasa sukanya bertambah. Sampai ketemu di chapter selanjutnya Terima kasih sudah membaca cerita saya, jangan lupa untuk support nya :) babayyyy
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN