Rio menggendong Ify, membawanya ke UKS. Setiba nya di UKS, Rio membaringkan Ify dikasur. Via mengikuti Rio dari belakang dan kini Via sudah berada di UKS.
"Bego sih, sosoan berani"
Rio menoleh ke arah Via yang berada di sampingnya. "Jangan bilang, suara sirine polisi tadi kerjaan dia?"
"Iyalah itu kerjaan dia, siapa lagi coba kalau bukan Ify."
Mendengar hal itu, Rio mengacak rambut nya asal "kenapa lo biarin sih Vi"
"Gue udah cegah dia Rio, lo tau sendiri si Ify kaya gimana"
"Dia khawatir sama lo, katanya kasian liat lo di pukulin. Dia gapernah di pukul soalnya, dia mikir pasti sakit sampe keluarin darah gitu. Jadi ya nih bocah nekat dengan ide bego nya itu"
Rio menatap Ify gemas "Gue gapapa Fy, sekarang justru yang kenapa napa itu elo kan"
"Ya namanya juga tawuran pasti pukul-pukulan kah, mana ada tawuran peluk-pelukan."
Ify mengerjapkan matanya pelan, membuka matanya sedikit demi sedikit.
"Ify" Via menghampiri Ify dan membantunya duduk
"Gue dimana?"
"Lo di UKS. Tadi lo pingsan"Ify memijat keningnya pelan, tina-tiba ia mendongak
"Rio, lo gapapa kan?" tanya nya tiba-tiba
Rio mengangguk dan tersenyum "Gue aman Fy"
"Tapi, bibir lo robek." ujar Ify sambil memegang luka robek Rio.
"Awww, ini gapapa kok Fy"
"Sorry"
"Harusnya gue yang tanya, lo gapapa?" Tanya Rio mendekat ke arah Ify
Dengan semangat Ify menggelengkan kepalanya, bertanda bahwa ia baik-baik saja. "Lain kali, lo gaboleh nekat. Itu bahaya buat lo, gue gamau seuatu yang buruk terjadi"
Ify mengangguk malu-malu. "Janji?"
Ify menaikkan jari kelingkingnya, dan Rio pun mengaitkan jari kelingking miliknya dengan milik Ify. "Janji"
"Gadis manis" ujar Rio seraya menepuk kepala Ify.
"Riooooo, Ify maluuu" ujar Ify menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Wkwkwkwk najis banget sih lo Fy" celetuk Via yang menyaksikan tiap adegan
Rio tertawa pelan "yaudah pulang bareng gue yuk"
"Hah ? Tapi Ify di jemput. Ify gak boleh pulang sama orang sembarangan"
"Ehem sorry Yo, lo tau kan dia anak tunggal. Ify tuh di jagain banget sama bonyoknya." Rio mengangguk
"Oke, lain kali kita pulang bareng ya. Tenang buat nanti, gue bukan orang yang sembarangan buat lo, tapi gue orang yang berarti buat lo"
"Via, gue balik. Titip Ify ya. Fy, aku pulang duluan ya" Pamit Rio dan mengedipkan sebelah matanya ke arah Ify.
"Riooooo pipi ify panas lagi kan" Rio hanya terawa dan keluar dari ruang UKS
"Wkwkwkwk najisin banget sih lo" ujar Via.
"Viaaa, kok Ify degdegan yaaa"
"Fy, lo punya penyakit jantung!!!" ujar Via heboh
"Hah ? Masa sih ? Ify bakalan mati dong" ujar Ify ketakutan seraya memegangi d**a nya
"Viaaaa gimana dong, Ify beneran sakit jantung?"
"Iyaaa. Lo rasain deh, sekarang lo pasti ngerasa cape kan ? Terus jantung lo pasti tambah dagdigdug kan ?"
Ify merenung dan mengangguk, seketika tangisnya pecah. "Viaaaaa, Ify gamau punya penyakit jantung. Kalau di novel-novel gitu kan yang punya penyakit jantung cepet mati"
'Njing bego atau apa sih ni bocah. Nasib banget ya gue punya temen kaya gini'
Sekuat tenaga Via berusaha menahan tawanya agar tidak meledak, namun gagal. Akhirnya tawa Via menggema di ruang UKS.
"WKWKWKWKWK BGO BANGET SIH LO"
Ify mengerutkan keningnya lalu membulatkan matanya. "Via bohongin Ify? Ihh jahaaat"
"Hahahhaa lagian, lo percaya aja. Udah ah ayo balik"
"Nyebeliin, yaudah ayoo pulang. Ify udah di jemput, Ify mau nonton film Dora" Via mendelik ke arah Ify
"Udah banyak bulu masih aja nonton Dora"
"Hah? Apa Vi?"
"Kagaa, udah ayo balik"
*****
Setibanya di rumah, Ify langsung mengganti pakaian dan menyalakan dvd di kamar nya.
Tak lama film Dora The Explorer pun terputar di televisi besar Ify. Ify duduk di kasur dengan memeluk boneka Dora kesayangannya.
"Ituuu ituuu disana bintangnya Doraaa" ujar nya heboh saat Dora mencari Bintang berwarna ungu
"Sweper jangan mencuri, sweper jangan mencuri" ify ikut heboh mengatakan kata itu seakan-akan sang tupai benar-benar akan mencuri.
Ify terus menonton film kesayanannya sampai suara getaran dari handphonenya ia hiraukan. Dan kagi, getaran itu kembali. Ify menataonya sebentar, nomor tidak di ketahui, tapi Ify tetap mengangkatnya.
"Hallo, ini siapa?"
"Ini gue, Dario"
Ify membulatkan matanya, jantung nya kembali bereaksi saat mendengar suara di sebrang sana.
"Rioo, kenapaa? Sorry tadi gue lagi nonton Dora"
"Gapapa, gue kangen sama lo"
Lagi-lagi Ify tersipu, Ify memeluk boneka Dora nya dan menyembukian wajahnya di dalam sana.
"Riooo Ify malu, kok Rio seneng banet aih bikin Ify malu"
"Hahaha, lo lucu. Oh ya, lo nonton apa tadi? Dora?"
"Iyaaa, Ify lagi nonton Dora. Rame bangeet, Ify mau jadi Dora pasti seneng tiap hari jalan-jalan" ceritanya dengan semangat yang menggebu-gebu
"Lo masih nonton Dora? Udah SMA?"
"Iyaa, eh tapi Ify juga nonton film teletabies kok gak cuman Dora" jawaban Ify membuat Rio tertawa geli di sebrang telfon sana
"Kok ketawa? Emang ada yang lucu?" tanya Ify heran
"Hmm, lo lucu dan memggemaskan"
"Riioooo"
"Hahaha, pengen banget gue cubit lo Fy" dengan refleks Ify memegang pipi kanannya, seolah-olah Rio benar akan mencubitny
"Jangaaaaan, nanti pipi Ify sakit."
"IFY MAKAN DULU SAYANG" Teriakan dari luar kamar menghentikan tawa Rio di sebrang telfon.
"IYAAA MAAAH"
"Hmm Rio, Ify makan dulu ya"
"Selamat makan Fy,"
Ify mematikan handphonenya dan keluar kamar untuk makan.
Sedangkan Rio, ia memandang handphonenya dengan wajah yang tersenyum merekah. Rio tak habis pikir dengan jalan fikiran Ify.
'Gue harus dapetin dia'
Batinnya nekat, ia harus melakukan pendektan dengan berbeda jika berhadapan dengan Ify.
*****
Vote dan komen yaaa