Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hari pembalasan Boy untuk orang-orang yang jahat pada Via. Dia dengan berat hati harus meninggalkan Via di vila demi pergi ke Jakarta. Boy ada janji dengan temannya. "Hei, Bro." Seorang pria berpakaian rapi dengan name tag yang terpasang di d**a kirinya. Orang ini adalah petugas dari kepolisian, teman dekat Boy yang bisa dia andalkan. "Haii …." Mereka berdua memang teman dekat yang sudah seperti perangko, tidak akan segan saling meminta tolong. "Mana bahannya?" tanya pria berkemeja kotak-kotak itu pada Boy. Dia sudah memanggil wartawan dan media massa yang sering bekerja sama dengannya. Dia sudah tidak sabar akan menangkap Andri dengan tuduhan pencemaran nama baik. "Ini dibawa asisten gue." Boy sudah siapkan banyak bukti, tentu dia juga dibantu oleh

