Pagi-pagi Boy mendapatkan telepon dari seseorang yang sangat penting. Dia sudah menunggu kesempatan ini selama berhari-hari. Sayangnya semalam Via sempat terbangun saat tidur dan merasa sedih, Boy jadi tak tega meninggalkannya untuk pergi ke Jakarta. "Tuan. Hari ini kami sudah siap," ujar seseorang dari balik telepon. Orang ini adalah orang kepercayaannya Boy dari kepolisian, mereka teman lama dan kali ini Boy ingin merepotkannya. "Ah baiklah. Kita selesaikan sekarang juga." Boy tak mau menunda-nunda lagi. Dia pun segera membersihkan diri dan menyusul Via yang sudah lebih dulu diam di ruang makan. Boy tiba-tiba memeluk Via yang sedang melamun. "Sayang …. Mau ke kota bentar boleh, ya!" bisiknya dekat telinga Via. Kalau tidak izin dulu, nanti Via mencarinya ke mana-mana. "Mau apa?" ta

