"Tembok Pembatas"

1280 Kata

Via sudah bangun pagi-pagi. Dia hanya melihat tangan Boy yang sedang menggenggamnya erat. Ini masih mending sih, masih bisa dia toleransi. Kemarin Boy tidur memeluk Via erat sampai sulit untuk bangun. Mentang-mentang tidur satu kasur jadi Boy bebas memeluk Via. Sepertinya Boy takut Via pergi atau berbuat hal yang tidak-tidak saat ia tidur, jadi tangan Via dia genggam. Pria itu tidur dalam damai, tak terlihat seperti kemarin atau saat Via dirawat. Via bergerak atau bersuara sedikit saja Boy langsung membuka matanya karena khawatir. Kali ini mungkin lebih tenang karena Via sudah ada kemajuan. Meski ada kemajuan pun Boy tidak lengah. Dia memang malaikat penjaga yang Tuhan turunkan dari langit untuk menjaga dan membahagiakan Via. Via terdiam sambil memperhatikan wajah Boy. Tangannya yang lai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN