Via tak percaya dengan pernyataan cinta yang Boy ucapkan sampai-sampai bilang mau terus membujang jika Via tak ada. Ya, memang Boy tipikal orang yang akan melakukan hal itu. Dia jika sudah suka seseorang ya sudah yang itu. Boy tak mau mengulang untuk jatuh cinta lagi dan cari pasangan lain. Dia suka Via dan hanya Via yang akan ia jadikan teman sehidup semati. Via yang sudah kenyang mendengar kata cinta dari seorang pria, kata manis berujung pahit dan sudah lebih dulu memiliki pengalaman tentang cinta, tak mudah percaya dengan ucapan Boy. Baginya, mungkin Boy sama dengan Andri yang manis saat pacaran saja, saat sudah jadi suami ya beda lagi. Bagaikan punya seribu topeng dibalik satu topeng yang indah. "Aku kan cintanya sama Shavia anak papa Arif aja!" Boy mencolek hidung Via dengan jari

