“Tolong ….” teriakan Via terdengar pelan karena mulutnya dibekap. Wanita ini digiring semakin jauh dari lokasi mamanya berdiri. Masa iya misinya untuk bertemu mamanya lagi gagal karena pria ini. Jantung Via bergemuruh begitu kencang seperti suara air terjun. Keringat dingin pun ikut bercucuran lantaran dia takut dibunuh oleh orang jahat ini. Karena keinginan Via begitu besar untuk menemui mamanya, Via pun punya ide brilian. Dia injak kaki pria yang ada di belakangnya itu agar bisa bebas dan lari kencang-kencang. Mumpung semangatnya sedang menggebu-gebu, jadi dia tidak boleh mudah menyerah dan tertangkap orang jahat. “Auu ….” Pria itu sampai mengeluh kesakitan. Via berlari kencang, tujuannya saat ini adalah ke tempat ibunya tadi. Sayang langkah kakinya yang kecil meski berlari kencang

