“Benar-benar seperti pelukan mama!” ucap Via saat dia pergi dari kamarnya untuk tidur di kamar tamu. Dia berusaha melepaskan pelukan Boy tadi saat pria itu sudah tertidur, bahaya sekali kalau kepergok ayah Arif jika mereka tidur satu ranjang, jadi Via yang mengungsi saja. Pelukan Boy ia rasa hangat dan membuat dia nyaman, sama seperti pelukan mamanya. Pantas saja Via bisa tidur di vila begitu nyenyak, dia sendiri yang melanggar pagar pembatas yang ia bangun di antaranya dan Boy. Via membawa handphonenya saja untuk mengusir rasa bosannya karena pasti sulit tidur tidak memeluk Boy. Dia berhenti sejenak di ambang pintu. “Kunci kamarnya dari belakang biar Ilene gak masuk lagi gak, ya?” Dia takut Ilene mengganggu Boy yang sedang tidur. Nanti kalau dia tidur di kamar tamu lalu Ilene malah mai

