Bab 266

2148 Kata

Suasana ruang sidang itu begitu mencekam. Setiap pasang mata menatap ke arah perempuan yang kini duduk di kursi pesakitan dengan wajah dingin dan mata kosong—Ully. Gaun tahanannya tampak lusuh, rambutnya yang dulu terawat kini kusut, dan kulitnya memucat seolah semua keangkuhan masa lalunya telah terkelupas habis. Namun di balik diamnya, ada bara dendam yang masih menyala samar. Vincent berdiri di barisan depan ruang sidang. Tatapannya tak sedikit pun bergeser dari wajah Ully. Baginya, hari ini bukan sekadar penegakan hukum. Ini adalah bentuk perlindungan tertinggi terhadap satu-satunya orang yang berarti baginya—Nancy. Istrinya. Nafasnya. Hidupnya. Nancy duduk di sisi belakang, menggenggam tangan Rosalinda yang kini juga masih trauma akibat upaya Ully untuk melukai dirinya. Perempuan it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN