Hujan Dan Mati Lampu

1367 Kata

"Bagaimana? Enak tidak?" tanya Estu percaya diri dengan ucapannya kalau bebek bakar di sini rasanya enak. Gita yang sedang memegang ayam mengangguk. "Hum, seperti ucapanmu." Estu tersenyum lebar. "Benar bukan? Berarti besok-besok lagi kita bisa datang kesini lagi dong?" "Aku tidak tau tentang itu. Aku tidak jamin ya." "Ah, pasti nona ketagihan dan ingin kembali." Gita menghendikan bahu dengan sedikit senyuman di bibirnya. Dalam hati dia mengakui kalau Estu benar. Bebek bakar ini memang enak. Mereka berdua terus makan hingga hanya menyisakan tulang belulang. Setelah mencuci tangan dan membayar bebek tadi, keduanya menuju mobil yang di parkir di pinggir jalan. Gita akan membuka pintu mobil ketika dia melihat seseorang di dalam sebuah mobil dengan jendela terbuka yang ada di seberang j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN