Tidur Bersama

1054 Kata

Beberapa saat sebelumnya. Hujan lebat dan petir menyerang bumi ketika sebuah ruh baru saja keluar dari jasad seorang tubuh wanita cantik yang kini terbujur kaku di atas tempat tidur. Sekelilingnya, ada beberapa orang terdekat yang menyaksikan hal itu. Seorang gadis kecil berusia sepuluh tahun, tampak mengguncang-guncang tubuh yang kini telah membujur kaku dan menangis menyayat hati. Bukan tanpa sebab, jasad yang terbujur kaku itu adalah mama yang sangat dicintainya. Suara tangis gadis kecil itu terdengar beradu dengan suara hujan tersebut. “Ma! Bangun, ma! Ma, bangun! Aku tidak mau mama pergi! Kalau mama pergi aku bagaimana?” Gadis kecil itu terus saja merintih seperti itu. Yang melihat dan mendengar tak kuasa menahan buliran bening yang mengalir dari sudut-sudut mata. Rintihan Si Gadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN