Estu tak bersorak dalam hati ketika Gita mengatakan padanya untuk satu tempat tidur. Bukan tidak bersedia, akan tetapi ini terasa aneh. Dalam beberapa jam, Gita berubah pikiran. "Nona bersungguh-sungguh memintaku untuk satu tempat tidur? Nona tidak sedang mengigau?" Gita menggeleng. "Apa kamu memang berpikir aku mengigau?" "Ya, mungkin saja." "Aku serius. Tapi bukan berarti tanpa batasan." Dahi Estu mengerut. "Maksudnya?" "Maksudnya adalah begini." Gita menaruh kedua gulingnya berjajar memanjang di tengah-tengah tempat tidur. Estu melihat itu dengan kedua alis yang terangkat. Meski belum dijelaskan, kini dia mengerti maksud Gita. "Guling ini sebagai pembatas kita?" tanya Estu sembari melirik Gita. Gita langsung mengangguk. "Yup. Kamu suka bukan seperti ini? Ini aku lakukan karena a

