"Terima kasih," Vanya tersenyum hangat. Pelayan itu menatap wajah Vanya tanpa berkedip. Pelayan itu sepertinya sangat terpesona dengan kecantikan Vanya sehingga dia tidak menyadari dengan keberadaan Alfa di hadapan Vanya. Sementara Vanya? Dia sama sekali tidak menyadari akan hal itu, dia dengan santainya mulai menyeruput es jeruknya. "Ekhem!" Alfa berdehem keras, sorot matanya pun berubah menjadi sangat sinis kepada pelayan itu. Sontak, kedua alis Vanya menaut sempurna. Dahinya pun turut mengerut, dia menatap Alfa dengan penuh tanya. Perlahan sedotan minuman yang Vanya hisap dia lepaskan. Arah pandangan Vanya mulai mengikuti arah pandang milik Alfa. Dan benar. Vanya dapat melihat jelas tatapan memuja yang Pelayan itu tujukan kepada dirinya. "Sudah selesai kan?" tanya Alfa dengan nada

