"Ck, iya! Awas saja jika kamu sampai bersikap seperti itu kepada wanita lain! Akan ku santet wanita itu hingga gila," ancam Vanya seraya menatap sinis Alfa. Alfa terkekeh. Tangan kanannya mulai mengacak pelan puncak kepala Vanya. "Iya sayang." Kedua pipi Vanya sontak memanas, menampilkan semburat warna merah. Dengan sengaja, Vanya mengalihkan pandangannya ke arah lain. Alfa sangat senang melihat kedua pipi Vanya yang memerah karena dirinya. Sorot mata Alfa mulai menatap kembali ke arah pantai, hari ini sudah mulai menggelap. Senja pun mulai hilang. "Kita makan di restaurant terdekat disini yuk! Hari sudah mulai malam Vanya," ucap Alfa seraya menatap Vanya di sebelah kananya. Vanya mengangguk paham. "Iya, ayo!" Mereka mulai beranjak berdiri dan meninggalkan pa

