45

1855 Kata

Vanya  mulai mengedarkan pandangannya  untuk mencari keberadaan Alfa. Tanpa menunggu  waktu lama, sorot mata Vanya menangkap sosok Alfa yang  tengah bersandar di samping kiri mobil milik Alfa. Mereka  saling  beradu pandang. Hal  itu membuat  Dinda geram sendiri. Tangan Dinda mulai mendorong  pelan tubuh Vanya  ke arah Alfa. "Udah sana cepetan! Udah  ditungguin juga. Lemot  amat lo Van," ucap  Dinda seraya mendorong pelan tubuh Vanya. Vanya sedikit terhuyung  ke depan. Dia  berusaha  menjaga keseimbangan tubuhnya. "Iya  sabar dong Din! Untung  aja gue gak jatuh!" sewot Vanya lirih  seraya menatap Dinda kesal Dinda menyengir tak berdosa. "Iya sorry. Udah sana lo buruan ke Pak Alfa." Vanya mengangguk paham. "Gue duluan ya, gue tunggu traktiran lo besok!" Dinda terkekeh lalu mengacungk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN