Vanya mulai mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Alfa. Tanpa menunggu waktu lama, sorot mata Vanya menangkap sosok Alfa yang tengah bersandar di samping kiri mobil milik Alfa. Mereka saling beradu pandang. Hal itu membuat Dinda geram sendiri. Tangan Dinda mulai mendorong pelan tubuh Vanya ke arah Alfa. "Udah sana cepetan! Udah ditungguin juga. Lemot amat lo Van," ucap Dinda seraya mendorong pelan tubuh Vanya. Vanya sedikit terhuyung ke depan. Dia berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya. "Iya sabar dong Din! Untung aja gue gak jatuh!" sewot Vanya lirih seraya menatap Dinda kesal Dinda menyengir tak berdosa. "Iya sorry. Udah sana lo buruan ke Pak Alfa." Vanya mengangguk paham. "Gue duluan ya, gue tunggu traktiran lo besok!" Dinda terkekeh lalu mengacungk

