44

1890 Kata

"Al, jangan kamu tatap Vanya seperti itu. Dia salah tingkah tuh! Kasihan anak orang kamu buat salah tingkah terus," tegur Bryan seraya terkekeh serta menatap Alfa dan Vanya secara bergantian. Tatapan Alfa membuyar. Tangan kananya tergerak untuk menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal. Sementara Vanya hanya menunduk seraya tersenyum tipis saja. "Eh, sudah-sudah jangan saling menggoda. Lebih baik kita nikmati makanan kita yang tampak menggoda ini, sepertinya sangat lezat," ucap Rianty seraya menatap seluruh hidangan makanan di meja makan itu dengan penuh minat. "Ah, iya! Kamu benar sekali, ayo silahkan duduk dan nikmati makanan kalian," Bryan mempersilahkan Rianty, Alfa dan Vanya untuk duduk. Belum sempat Vanya mendaratkan pantatnya ke kursi, dering telfon Vanya mulai terdengar nyar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN