20

1617 Kata

"Wah! Gila nih bocah!" balas Vanya seraya menggelengkan kepala lalu beranjak pergi meninggalkan Regan. "Woi Van! Tungguin gue!" panggil Regan kepada Vanya yang sudah beranjak pergi dari kelas. Dengan gerakan secepat kilat, Regan pun mengikuti Vanya dari belakang. Kini langkah kaki Vanya membawa dirinya ke arah lapangan basket. Vanya segera meletakkan tasnya dibawah pohon rindang tepi lapangan. "Lo ngapain ngikutin gue Re?" tanya Vanya seraya menatap sinis kepada Regan. "Lah? Kan kita mau latihan bareng Van," balas Regan. Vanya memutar bola matanya malas. "Ini kan waktunya tim cewe doang, tim cowo nanti lah." "Iya juga sih, tapi anak-anak tim kita belum pada kumpul," balas Regan seraya menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan tim mereka. "Ya kita tungguinlah," ucap Vany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN