Seketika wajah Vanya terperangah tak percaya kala dia melihat seseorang pria muda nan tampan yang menegurnya. Seolah memori beberapa minggu lalu terputar kembali di dalam otak Vanya. Sepertinya Vanya pernah bertemu dengan pria ini di makam sang Bunda. Setelah beberapa saat Vanya memperhatikan penampilan pria ini, ternyata dugaan Vanya benar. Dia memang pria yang pernah Vanya temui. "Sial, kenapa gue harus ketemu sama pria gila sok tau ini lagi sih," batin Vanya. Satu alis pria itu terangkat. Pria itu berpikir, sepertinya dia sudah pernah bertemu dengan siswi perempuan ini tetapi entah dimana. "Gadis unik di pemakaman itu," batin pria itu. "Kamu saya hukum karena membolos di jam pelajaran pertama," ucap pria itu. Mata Vanya membulat sempurna diiringi dengan mulutnya yang terbuka sediki

