Vanya terdiam sejenak, mengumpulkan kesadarannya yang sudah hilang entah kemana saat Vanya tertidur pukul dua semalam. "Hoammmm ...," Vanya menguap cukup lebar dan sedikit menggeliat. Krukk ... kruk ... kruk. Tanpa Vanya sadari perutnya sudah berbunyi kembali seolah memberi tanda untuk meminta jatah makanan. Dengan langkah gontai, Vanya mulai menuruni kasur king size nya. Vanya berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap pergi ke sekolah. Hanya memerlukan waktu sepuluh menit saja Vanya sudah siap dengan mengenakan seragam sekolahnya. Serta rambut yang sudah terkuncir rapi, menampilkan leher jenjang Vanya yang sangat menggoda iman para kaum adam. Dengan gerakan secepat kilat, Vanya mulai mengenakan sepatunya dan mengambil tas ranselnya, kunci mobil serta handphone miliknya. Vanya segera

