Menemukan Rissa bersedekap di koridor kelas itu lebih mending daripada ketemu Mbak Tina atau Mas Abdi di depan sekolah. Dua orang tersebut akan bergerak cepat tanpa bertanya untuk tahu, apa yang baru saja aku lakukan. Berhubung misi ini rahasia, aku tidak mau orang tuaku sampai tahu. Tidak mudah membuat kesepakatan dengan dua orang tersebut. Terutama saat keduanya masih dipekerjakan oleh Papa. Gadis itu terlihat marah dan siap mengomel untuk menuntaskan kejengkelannya karena tidak aku libatkan. Ya, tentu saja aku akan melibatkannya. Ide mencari siapa orang tuaku telah aku bahas dengannya sejak pertama kali aku menyadari, kami berdua berbeda. “Dari mana lo?” Aku memandang koridor yang sepi. Mereka belum keluar sebelum jam tujuh malam nanti. Itu batas minimal untuk mendapatkan les tambaha

