"Revan, Hana semua sudah nunggu kalian!" Ibu berujar di depan kamar Hana. Hana dan Revan berjalan menuju ruang keluarga. Di sana semua sudah menunggu. Daddy, ibu, Hanif, Ayu, Juna, Oma, Opa, Om, Tante dan kedua sepupunya. Mereka duduk membentuk setengah lingkaran. Di hadapan mereka sebuah sofa kosong disediakan untuk Hana dan Revan. Hana dan Revan duduk bersebelahan di sofa yang sudah disediakan. Semua mata memandang ke arah keduanya. Jantung keduanya bertalu-talu mendapat tatapan demikian tajam dari seluruh anggota keluarga. "Ceritakan secara detail semuanya! Semalam daddy dan ibu sudah dengar cerita kalian namun opa, oma dan yang lain juga perlu tahu!" Kata daddy. "Jangan ada yang disembunyiin! Terutama lo Rev!" Ucap Hanif dengan tatapan tajam. Kemudian mengalirlah cerita mulai dari

