Setibanya di kafe yang menjadi tempat janji temunya dengan Hasta. Rena mengedarkan pandangan, mencari keberaradaan pria itu. Karena kondisi kafe yang cukup ramai, membuat Rena kesulitan. Jadi akhirnya, wanita itu merogoh tas untuk mengambil ponsel miliknya, agar bisa menghubungi Hasta. Senyumnya tersungging, ketika pada dering pertama, telepon darinya sudah diangkat oleh Hasta. "Mas di mana? Aku sudah sampai." "Aku ada di meja nomor tiga puluh sembilan. Kamu dia depan pintu masuk? Mau aku jemput?" "Oh, tidak perlu Mas. Kebetulan sudah di dalam. Tapi agak susah nyari Mas Hasta karena kafenya ramai." "Iya, kafenya memang cukup ramai. Baiklah, aku tunggu. Tapi kalau masih bingung, segera kasih tau." "Hm, ya, baik." Mengakhiri sambungan. Rena menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas. L

