"Udah berani sampai nggak pulang sekarang ya?" Calya baru saja menjejak anak tangga pertama menuju kamarnya. Saat suara Laksmi tertangkap pendengarannya. Memejamkan mata gusar, Calya berbalik, menatap sang mama yang sudah bersedekap tangan. "Halo, Ma?" Astaga, sapaan macam apa itu? Calya merutuki diri. Tapi mau bagaimana lagi? Dia kesulitan untuk mencari ucapan yang tepat, bahkan sekadar untuk berbasa-basi. Tertangkap basah oleh mamanya setelah tak pulang semalam, tentu saja Calya di kepung rasa panik. "Kamu belum jawab pertanyaan Mama." Tuntut Laksmi, yang enggan dialihkan perhatiannya pada hal lain. "Yang mana, Ma?" Calya jelas tau maksud wanita paruh baya itu. Tapi dia hanya mencoba untuk mengulur waktu. Setidaknya beri kesempatan untuk memupuk alasan. "Kamu semalam tidur di ma

