"Ayo masuk," ajak Arya pada Rena yang sejak tadi bungkam. Melangkah lebih dulu usai pintu apartemen terbuka. Arya tau Rena mengekorinya dengan wajah yang menahan ekspresi sumringah. "Mulai sekarang, kamu tinggal di sini." Berdeham, Rena berusaha fokus. Menjaga matanya agar tak jelalatan memindai seisi apartemen yang mulai hari ini akan menjadi tempat tinggalnya. Dia tak sabar ingin melemparkan tubuh lelahnya ke atas tempat tidur. Tadi, ketika sampai di gedung apartemen, dia diminta menunggu nyaris satu jam lebih di lobi. Sementara Arya naik lebih dulu ke unit apartemen miliknya. Entah hal apa yang pria itu lakukan, dan tak mengikut sertakan dirinya. Rena hanya berpikir, mungkin saja Arya membereskan tempat ini lebih dulu. Mengingat, kepindahannya memang begitu tiba-tiba. Mau bagaim

