Membuka mata, Rena awali dengan senyuman pongah. Oh, coba lihat? Benar-benar tak ada langit-langit kamar yang kusam penuh bercak kekuningan yang dipenuhi jaring laba-laba. Itu artinya dia tak bermimpi, telah pindah ke temapt hunian mewah. Meretangkan tangan, Rena menggeliat malas-malasan. Alih-alih bergegas merangkak turun dari atas tempat tidur, menyeret langkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Wanita itu malah memeluk erat guling. Rasanya begitu enggan mengangkat tubuh dari kasur empuk yang membuainya semalaman. Sayangnya, dia harus merelakan diri untuk bangkit dari sana, karena harus bekerja. Ck! Kapan dia akan menjadi nyonya? Jadi tak perlu lagi memeras peluh demi lembaran rupiah yang masih belum bisa mencukupi kebutuhannya. Mungkin bisa, jika sekadar makan dan membayar

