Hasta menutup pintu mobil, sebelum mengayunkan langkah memasuki teras kontrakan Rena. Tempat itu tampak sepi. Membuat Hasta melirik penunjuk waktu yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Menurutnya masih belum terlalu larut malam, untuk bertamu ke rumah orang. Apa mungkin Rena sudah tidur? Daripada sibuk berandai-andai. Hasta memilih untuk mengetuk pintu, sembari mengucap salam. Tapi nyaris dua menit lebih bergeming di sana. Masih belum ada tanda-tanda jika pintu tersebut akan dibuka. Apa memang Rena sudah tidur? Jika seperti itu, Hasta merasa sungkan. Terlebih kedatangannya tanpa konfimasi lebih dulu. Mendesah gusar. Hasta merogoh saku celananya. Mengambil ponsel yang tersembunyi di sana. Sewaktu di kafe, Hasta memang sempat berpapasan dengan Rena yang hendak pulang. Sebelum

