"SURPRISE!" Hasta nyaris terjungkal karena terkejut. Belum lagi ledakan konfeti yang membuat jantungnya berdegup rusuh. Mengerjap-ngerjapkan mata. Berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi? Pria itu menatap wajah-wajah familiar yang kini tersenyum lebar. Tak hanya Arya dengan rambut lebih klimis dari biasanya. Juga aroma parfum semerbak menjejali penciumannya. Ada Bastian, Wening, bahkan Tiana yang menggeliat digendongan sang papa, sembari menjulurkan tangan pada Hasta, seolah meminta untuk mengambil alih tubuh mungil itu. Sayangnya, untuk kali ini, Hasta tak bisa menggendong Tiana. Mengingat tangan kanannya yang cidera, belum sembuh sepenuhnya. Dan hal tersebut jelas diketahui Bastian, jadi berusaha keras membujuk rengekan putrinya yang ingin menempeli Hasta. "Sini, Nana sama ak

