"Arya! Buka pintunya!" Menahan geram, Hasta terus menggedor pintu kamarnya yang terkunci dari luar. Dan siapa lagi pelakunya jika bukan sahabatnya? Mungkin sekarang, pria menyebalkan itu tengah cekikikan di balik daun pintu yang memisahkan mereka. "Ar, jangan main-main, gue mau kerja!" Serunya keras, berusaha agar Arya mau membukakan pintu dengan segera. Hasta sudah rapi, dia mulai terbiasa menyiapkan diri meski tangan kanannya masih dalam kondisi cedera. Gara-gara jam yang ngaco, membuat Hasta kesiangan. Untungnya dia merasa curiga, karena dari balik tirai jendela, cahaya terang tampak dari luar sana. Dan benar saja. Saat memutuskan untuk bangkit dari tempat tidur. Menyeret langkah menuju jendela yang kemudian segera menyingkap tiraunya. Mata Hasta seketika memejam. Ketika serbuan

