Jasmine Pov
Sesampainya di apartment, aku langsung membawa Javin kekamarnya lalu menidurkannya dengan hati-hati agar tidak terbangun. Aku mengusap pipinya, dia begitu mirip denganku. Hanya hidung dan bibirnya yang memiliki kemiripan dengan Zelvin.
"Sleep tight, baby. I'm sorry for not telling you about your dad,but that's because I don't want to lose you.I love you so much,"
Tidak terasa air mata membasahi pipiku, aku langsung mengusapnya dengan kasar.
Setelah keluar dari kamar Javin, aku menuruni tangga menuju lantai bawah dan melihat Zelvin duduk dengan santai di ruang tamu. Apartmentku tidak terlalu besar, tapi cukup untukku, Javin, dan maid yang biasa menjaga Javin ketika aku bekerja.
"Kau tidak pergi?" Tanyaku.
Dia langsung menatapku, tatapannya menyiratkan kesedihan, kerinduan, penyesalan dan tidak lupa tatapan cintanya. Aku langsung mengalihkan pandanganku agar pertahananku tidak runtuh.
'Tidak, aku tidak boleh luluh. Itu hanya tipu muslihatnya saja.'
"Why? Ini juga rumahku. Dimana ada anak dan istriku, disitulah rumahku,"
"Tapi aku tidak menerimamu jadi kau tidak bisa tidur disini. Kau ha-Zelvinnn,"
Tiba-tiba dia menarikku dan aku duduk dipangkuannya. Rasa panas mulai datang ketubuhku. Dia menelusupkan wajahnya ke ceruk leherku lalu menghirupnya. Lama kelamaan dia mulai mencium leherku, aku menggigit bibir bawahku menahan erangan.
Aku merasa sesuatu menyengat dileherku dan aku yakin itu akan meninggalkan bekas.
"Zelvin. no,"
Aku berusaha sekuat tenaga untuk menghalangi tangannya yang berusaha masuk ke dalam rok yang kupakai.
"Zel, we can't... do this!" Aku berusaha menjauh tapi dia malah mengeratkan tangannya dipinggangku.
Lalu, dia mengangkatku dan membuat kedua kakiku berada dipinggangnya. Dia menciumku dengan kasar tapi aku menerimanya, mungkin aku rindu dengan sentuhannya dan aku merasa dia tersenyum disela-sela ciuman. Kami terus berciuman dan aku merasa tangannya mulai masuk kedalam celana dalamku.
'Oh tidak' aku langsung berdiri dengan sekuat tenaga walaupun rasa panas masih ada didalam tubuhku.
"I'm sorry," Dia berkata suaranya sangat pelan.
"Kau bisa pergi sekarang," Dia melihatku dengan tatapan memohon.
"Sayang, maafkan ak-"
"PERGI SEKARANG!!"
Setelah berdiam cukup lama sambil melihatku, akhirnya dengan enggan dia pergi keluar dari apartmentku.
Zelvin Pov
'Bodoh...bodoh...bodoh' mengapa aku bisa seceroboh itu. Aku sangat merindukannya, aku sangat merindukan wangi tubuhnya. Karna kesalahanku sekarang dia mengusirku, aku bisa saja bertahan dirumah itu tapi aku tidak ingin dia lebih membenciku. Aku pulang ke apartment dan langsung mandi air dingin untuk menyegarkan tubuhku.
Karna melihat tubuh Jasmine tadi membuatku panas, bagaimana bisa setelah melahirkan tetap memiliki tubuh yang sangat indah dan semakin terbentuk. Selesai mandi aku langsung tertidur karna kelelahan.
Keesokannya, aku kembali ke apartment Jasmine. Aku tidak peduli bila dia menolakku, aku ingin melihat keadaan Javin dan tidak lupa dengan Jasmine.
'Ting tong'
Pintu apartment terbuka dan menampilkan sosok Jasmine yang menggunakan baju kerja. Dia sangat cantik walaupun rambutnya diikat asal-asalan.
"Apa yang kau lakukan disini?" Ucapnya dingin.
"Aku ingin bertemu Javin,"
"Tidak usah perhatian seperti itu, aku tahu apa maksudmu. Jangan pernah menganggapku bodoh!"
"Aku memang perhatian padanya, dia putraku dan kau istriku. Aku mempunyai kewajiban untuk menjaga kalian," ucapku dengan tegas.
Sebelum Jasmine menjawab, terdengar suara Javin yang memanggil namaku.
"Unclee Zelvin!!!" Teriaknya girang.
Aku langsung melewati Jasmine lalu menggendong Javin dan menciumi wajahnya membuatnya kegelian.
"I miss you already uncle."
Ucapannya menghangatkan hatiku walaupun masih ada rasa penyesalan tidak bisa melihat perkembangannya selama 3 tahun. Tapi, aku berjanji akan memberikannya kasih sayang dan cinta mulai dari sekarang hingga selama-lamanya.
"I miss you too sweetheart".
Aku menjawabnya dengan nada sedikit bergetar lalu melihat ke arah Jasmine yang sedari tadi melihat kami dengan mata berkaca-kaca.
'I miss you too Jasie. So much'