Part 7

450 Kata
Zelvin Pov Aku mengantarkan Javin kesekolahnya dan yang pasti harus melewati pertengkaran terlebih dahulu dengan Jasmine. Akhirnya dia membiarkan aku mengantar Javin dan mengantarnya ke kantor. Saat tiba didepan kantornya Jasmine dengan cepat membuka seatbeltnya. "Terima kasih Zel," Dia tersenyum manis kepadaku, senyuman itu yang membuatku jatuh cinta terus menerus kepadanya. Aku menahan tangannya, dia berbalik kearahku mengernyit. "Ada apa?" "Apakah kau mau mendengar penjelasanku?" Jasmine terdiam sebentar lalu menatapku intens. "Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi Zel,aku sudah mengikhlaskannya, kau bisa bebas. Tidak ada penghalang lagi bagimu, aku sudah tidak membutuhkanmu lagi," Dia membuang muka, tapi aku bisa melihat matanya yang berkaca-kaca. "Tapi aku tidak!!! Aku membutuhkanmu lebih dari apapun. Biarkan aku menjelaskannya agar kita bisa kembali bersama!" "Maafkan aku, tapi aku tid-" "Aku mohon, biarkan aku menjelaskannya. Sekali saja," Mataku memanas, aku memang lelaki harus terlihat kuat dihadapan semua orang. Tetapi pada istriku, aku bisa menjadi yang paling rapuh. Dia terdiam, air mata turun dan membasahi pipinya. Dia menarik tangannya dan pergi dari mobilku. Setelah Jasmine berjalan menjauh, aku memukul stir mobilku berkali-kali 'Sial....sial....sial!!!' Dan lebih sialnya aku menangis seperti seorang perempuan. Ah, betapa lemahnya aku sekarang. Jasmine Pov Aku berjalan kearah kantorku dengan cepat, karna air mataku yang terus menerus mengalir tiada henti. 'Apa aku harus mendengarnya ? Bagaimana jika dia bersungguh-sungguh ?' Batinku berkata. "Jasie ap-... Hei kau kenapa ? Apa ada yang menyakitimu?" Clarine menatapku dengan khawatir, sudah seminggu aku tidak bertemu dengannya karna dia harus pergi ke Singapore untuk bisnis dan dia tidak tahu tentang Zelvin yang sudah menemukanku. "Dia menemukanku Clar," Aku berkata dengan terbata-bata. Clarine terlihat shock dan diam beberapa lama. "Bagaimana bisa ap-.. maksudku aku benar-benar menyembunyikanmu dengan sangat baik. No way!!! It can't be happening!!!" Aku terus menangis, aku benar-benar rapuh sekarang. "Dia tidak menandatanganinya. Aku harus bagaimana? Aku takut dia akan menyakitiku kembali!!!" "Heii, aku disini. Aku akan mendukungmu apapun yang terjadi. Apa yang dia katakan padamu?" Clarine berkata sembari mengusap punggungku. "Dia ingin aku mendengar penjelasannya, tapi aku takut. Aku takut memberinya kesempatan dan disakiti kembali. Tapi aku juga ingin membuat anakku bahagia. Aku tidak tahu apa yang terjadi sekarang!!!" Aku menutup mukaku dengan kedua tangan menahan suara tangisanku yang terus menerus mengalir tiada henti. "Sebagai saran dari sahabatmu ini, lebih baik kau mendengarnya terlebih dahulu. Lalu kau bisa menentukan akan memaafkannya atau tetap dengan pendirianmu, aku akan selalu disisimu Jas. Don't be so sad, i know you're strong enough to face it. You have Javin, he need you the most now." Clarine benar. Javin membutuhkanku lebih dari apapun, aku harus membahagiakannya bagaimanapun caranya. "Thank you for always be by my side Clar, i don't know how can i go on without you." Clarine menatapku tersenyum lalu mengangguk.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN