Part 8

847 Kata
Author Pov Jam di dinding menunjukan jam 12 tepat, waktunya Jasmine untuk menjemput Javin. Jasmine menaiki lift dan turun kelantai dasar, setelah pintu lift terbuka Jasmine membeku. Zelvin sedang duduk di kursi tunggu sembari memainkan ponselnya. "Apa yang kau lakukan disini Zel?" Jasmine bertanya ketika dia sudah berdiri didepan Zelvin. "Aku menunggumu sayang, kita akan menjemput Javin bersama. Apa kau lupa?". Jasmine hampir saja lupa bahwa dia sudah berjanji akan menjemput Javin bersama-sama. "Aku hampir lupa, maaf. Apa kau sudah menunggu lama?" Zelvin melihat jamnya, "Mungkin 1 jam yang lalu," Katanya enteng. 'APA??? 1 JAM YANG LALU' batin Jasmine berkata. Jasmine sangat terkejut, apakah Zelvin tidak mempunyai pekerjaan lain selain menunggunya Jasmine Pov "Kau tidak punya pekerjaan ? Mengapa kau mau menungguku selama itu?" Tanyaku heran. "Aku seorang CEO Jasie, apa kau lupa ? Aku datang kesini bukan untuk bekerja. Kau pasti tahu maksud kedatanganku bukan?" Katanya dengan menyeringai. Oh tidak dia benar-benar gila. Menungguku selama 1 jam di lobby. Luar biasa... Aku melihat jam tanganku, sial!! Terlalu banyak mengobrol membuatku lupa waktu. Tak perlu berlama-lama kami langsung pergi ke sekolah Javin. Di perjalanan tidak ada yang memulai percakapan, kami sama-sama diam dan hanyut dengan pikiran masing-masing. Aku berinisiatif untuk membuka pembicaraan karna ini terlihat sangat canggung. "Kau," "Kau," Kami mengatakannya secara bersamaan, lalu dia tersenyum simpul, "Kau bicara duluan," Katanya "A-aku akan mencoba mendengar penjelasanmu," Kataku tetapi tetap menatap kearah depan. Aku melihat dia menatapku sebentar, lalu kembali kedepan dan tersenyum. Senyuman itu, sudah lama aku tidak melihatnya. "Okay, aku akan menjelaskannya. Ja-" "Stop!!! Bukan sekarang!!! Fokus dululah menyetir," Aku tidak ingin terlibat kecelakaan karna dia berbicara padaku. "Baiklah, apa kau mau makan malam bersamaku ? Kita juga akan membicarakan semuanya,"Aku berpikir sebentar, makan malam ? Dengannya ? Kenapa aku jadi gugup begini. Tidak...tidakk...ini tidak boleh terjadi. "Okay, aku akan menyuruh maid ku untuk menetap nanti malam menunggu Javin," "Deal!!" Dia tersenyum bahagia, sebegitu senangnya kah ? Sesampainya disekolah, aku melihat Javin sedang duduk dan makan Ice cream dengan seorang anak perempuan dan ayahnya. "Javin," Dia menengok kearahku yang sedang berjalan kearahnya. "Mommyyy.... kau lama sekali datangnya," Nada bicaranya terlihat sedih. "Ouchh,, i'm sorry honey. I had something to do before," "It's okay mom, Natalie dan ayahnya menemaniku disini dan aku dibelikan ice creammm!!!" Dia sangat bahagia kalau sudah melihat ice cream. Aku senang mendengarnya. "Hai Jasie?" "Oh, Hai Josh," Josh ayah dari Natalie, mereka hanya hidup berdua. Aku tidak pernah mendengar tentang istrinya karna kami hanya bertemu untuk menjemput anak-anak lalu aku akan segera pergi karna harus kembali ke kantor. "Maaf merepotkanmu Josh, terima kasih sudah memberinya ice cream," "It's okay. Javin kelihatanmurung tadi, jadi aku memberinya ice cream dan dia langsung ceria kembali," Dia tersenyum kepadaku, senyumannya manis tapi tidak semanis Zelvin. Kenapa aku membandingkannya?? Aku benar-benar sudah tidak waras. "Ekhhmm..." okay, aku melupakan bahwa tadi Zelvin ikut mengantarku. "Zel, kenalkan ini Josh. Josh ini Zelvin, Dia suamiku," Mereka saling berjabat tangan, aku bisa melihat tatapan benci yang diberikan Zelvin kepada Josh. Zelvin Pov Daritadi Jasie dan aku tidak tahu siapa namanya asik bercengkerama dan melupakan kehadiranku, tidak bisa dibiarkan. Aku bisa melihat dari matanya bahwa dia menyukai istriku, aku mengepalkan kedua tanganku kuat-kuat. Akhirnya aku mulai berbicara agar Jasie ingat aku masih disini "Ekhhmm...." Dia langsung berbalik kearahku dengan sedikit kaget. Dia menyuruhku mendekatinya, "Zel, kenalkan ini Josh. Josh ini Zelvin. Dia suamiku" Aku tersenyum ketika Jasmine mengenalkanku sebagai suaminya.Dia mengenalkan kami dan aku memberikannya tatapan permusuhan. "Kita pergi sekarang!" Kataku membisikinya, cara kami seperti ini terlihat sangat intim. Dan aku bisa melihat dari mata Josh dia tidak suka denganku sama sekali. Jasmine berbalik menatapku sebentar, lalu berbalik menatap Josh kembali dan tersenyum. 'Apa ??? Dia tersenyum untuknya tapi tidak untukku!' "Josh, kami duluan ya. Aku masih banyak pekerjaan dikantor. Terima kasih ice creamnya," Josh membalasnya dengan tersenyum dan aku langsung menggendong Javin dan menarik tangan Jasie untuk menjauh. "Zel, jangan menarikku. Tanganku sakit!!!" Jasie berbicara sedikit keras membuatku kaget. "Mom, are u okay?" "Yeah, i'm fine honey. Just little tired," Aku melonggarkan pegangan tanganku, dia kesakitan karna aku memegangnya terlalu kencang "Kau tidak apa-apa?" Aku bertanya khawatir. "Jangan menarik tanganku seperti itu. Sakit!" "Okay, aku minta maaf. Ayo!" Sekarang aku menuntunnya dengan lembut. Didalam mobil aku hanya diam tidak berniat membuka percakapan, aku masih memikirkan wajah Josh yang 'sangat' memperlihatkan bahwa dia menyukai istriku. Aku tidak akan membiarkannya, dia milikku selamanya dan tidak ada yang bisa mengambilnya. "Zel, kau kenapa ? Apa kau sedang dalam keaadan buruk ? Biar aku yang bawa mobilnya. Kau terlihat kesetanan, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan Javin," Perkataan Jasmine membuatku terbuyar dari lamunanku dan tersadar aku menyetir dengan kecepatan diatas rata-rata. Aku mengurangi kecepatanku dan melihat kearah spion Javin sudah tertidur di car seatnya. Aku melihat kearah Jasmine yang sedari tadi menatapku dengan pandangan mengernyit, aku mengambil tangannya dan mengecup punggung tangannya. Dia terlihat kaget dan berusaha melepaskan tangannya dari genggamanku. Aku tidak akan membiarkannya sampai kapanpun dan dimanapun. 'Kau tetap istriku Jasmine, selamanya dan tidak akan ada yang mengambilnya dariku. Dan juga Javin selamanya akan bersama dengan kita. Sebentar lagi kita akan menjadi keluarga seutuhnya.'
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN