Anin beku di tempat saat adiknya mengenali lelaki yang menabraknya. Furqon, katanya. Nama itu seringkali Hadid gunakan sebagai belati untuk menyakiti Anin. Hadid dan Furqon adalah sepupu, bahkan mereka berdua sedekat saudara saking akrabnya. Namun, yang Hadid benci hanya Anin, yang kesalahannya seolah tak termaafkan. "Anin!" Bola mata pemuda itu membulat saat Anin berbalik kepadanya di sisi Haura. Anin menjaga jarak segera. Ia juga menarik Haura agar mundur menjauh dari laki-laki tersebut. "Kamu apa kabar, Anin?" tanya Furqon sendu. Nada yang begitu lembut dan santun. Tak seperti sekali pun yang pernah Hadid keluarkan untuk Anin sejak menikahinya. "Maaf, Mas. Kami permisi," kata Haura menarik kakaknya menuju pintu keluar. Anin yang biasanya berjalan santai, kini harus lebar-lebar mela

