~(masih) POV Bian~ Aku mengatur nafasku yang tersengal karena berlari sambil membawa beban yakni si ratu heboh yang sedang tak sadarkan diri ini. Kuperhatikan sekali lagi wajahnya yang sedang terpejam itu. Lumayan cantik juga sih kalo lagi merem begini. Aku menidurkannya di sofa, sembari ku atur nafas yang tersengal. Dan lagi, kucari benda yang bisa membantu cewek pembawa masalah ini agar tidak kedinginan seperti yang sedang kulihat sekarang. “Lemah banget, sih. Kehujanan bentar doang.” Aku menggerutu sebab benar-benar merasa direpotkan oleh cewek yang mulutnya super cerewet ini. Huh ... Bikin repot saja. Gara-gara dia pingsan, aku jadi harus mengurusnya, kan? Terpaksa kubawa dia ke kamarku sebab tak mungkin juga dia kubawa ke kamar mama dan papa. Bisa mengganggu keasyikan papa dan m

