~(masih) POV Bian~ “Ish ... Udah ah. Gue gak papa,” ucapnya ketus. Itupun dia menarik dengan kasar tangannya dari mulutku. Hish ... Sudah aku tolong, dia malah ketus. Dasar ga tau terimakasih. Aku semakin tidak suka jika harus berlama-lama di dekatnya. Ah, tapi tak mungkin juga aku suruh dia pulang sendirian? Ya, meskipun sebenarnya rasanya sangat malas kalau dia ada sini, tapi lebih malas lagi kalau aku harus mengantarnya. Dia, kan datang sendiri. Bukan aku yang suruh ataupun memintanya datang. Aku meliriknya sekilas. Si ratu heboh itu terlihat kedinginan sebab tangannya dia rangkul kan ke kedua sisi tubuhnya. “Nih, pakek.” Aku melemparkan jaket milikku kepadanya. Melemparkannya sembarang ke arahnya. Entah mengenai apanya? yang terpenting, aku sudah memberikan jaketku untuk memba

